Persiapan Timnas Jepang menjelang Piala Dunia 2026 terganggu oleh kendala cuaca buruk di Monterrey, Meksiko. Kondisi alam yang ekstrem memaksa tim mengubah lokasi latihan demi menyesuaikan jadwal yang telah disusun, seperti dilansir dari Suara.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari pertama membuat lapangan utama di fasilitas klub Tigres tidak dapat digunakan. Akibatnya, sesi latihan dialihkan ke fasilitas universitas setempat meskipun kondisi lapangannya belum sepenuhnya ideal.
Masalah penyesuaian tempat ini juga mengubah waktu pelaksanaan latihan. Agenda yang awalnya dijadwalkan sore hari terpaksa digeser ke pagi hari guna menghindari badai yang kerap melanda wilayah tersebut pada waktu sore.
Memasuki hari kedua, tantangan bagi skuad asuhan Hajime Moriyasu belum berakhir. Tim harus kembali memindahkan tempat latihan mereka ke fasilitas klub Monterrey yang memerlukan waktu tempuh perjalanan lebih dari 40 menit.
Situasi ini menjadi pengalaman baru bagi Jepang dalam rangkaian persiapan mereka menuju turnamen akbar tersebut. Kendati demikian, seluruh pemain dilaporkan tetap tenang dan memilih fokus beradaptasi menghadapi situasi yang tidak terduga ini.
“Ini memang bukan kondisi yang kami rencanakan, tapi kami menganggapnya sebagai bagian dari situasi yang harus dihadapi,” ujar bek Jepang, Shogo Taniguchi dilansir dari Bunshun.
Taniguchi menambahkan, kondisi seperti ini merupakan hal yang lazim saat bermain di luar negeri.
“Kalau bisa, tentu ingin berlatih di lingkungan terbaik. Tapi ini ‘hal biasa di luar negeri’. Kami tidak bisa mengontrol itu,” katanya.
Gelandang Daichi Kamada juga tidak mempersoalkan jarak tempuh yang harus dilewati tim menuju tempat latihan baru.
“Memang jauh, tapi tidak ada keluhan. Yang lebih penting adalah beradaptasi dengan cuaca yang panas dan lembap,” ujarnya.
Respons Positif Pemain Muda dan Senior
Pemain muda Yukinari Sugawara turut menilai perubahan situasi ini bukanlah sebuah masalah besar bagi dirinya. Sugawara mengaku sudah terbiasa menghadapi dinamika kondisi serupa sejak usia muda.
“Tidak ada yang berubah bagi saya. Selama ada lapangan untuk latihan, itu sudah cukup. Kami harus bersyukur,” kata Sugawara.
Di sisi lain, pemain senior Yuto Nagatomo mengambil peran penting untuk menjaga stabilitas mental skuad agar tidak terpengaruh oleh faktor luar. Nagatomo menekankan pentingnya menjaga pola pikir positif di tengah tekanan yang mulai meningkat.
“Saya sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Penting untuk memastikan pemain muda tidak menjadi negatif atau gugup,” ujar Nagatomo.
Nagatomo menekankan pentingnya adaptasi dan menjaga pola pikir positif di tengah tekanan.
“Hal sederhana seperti ini bisa jadi sulit ketika tekanan meningkat,” tambahnya.
Dengan waktu yang menyisakan kurang dari dua pekan sebelum laga perdana, Timnas Jepang memilih menjadikan hambatan ini sebagai ujian kekuatan mental.