Badan Gizi Nasional resmi menghadirkan aplikasi Reviu Menu MBG sebagai sistem pelaporan digital baru. Dilansir dari Medcom, platform ini diluncurkan untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.
Sistem ini dirancang agar proses evaluasi makanan dapat dilakukan secara real-time. Penilaian dilakukan langsung di lapangan sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa serta penerima manfaat lainnya.
Guru yang ditunjuk sekolah serta kepala posyandu bertindak sebagai pengguna aplikasi ini. Mereka memegang peran penting karena berinteraksi langsung dengan kelompok penerima manfaat setiap hari di lapangan.
Langkah digital ini diambil pemerintah untuk memastikan standar gizi, keamanan pangan, dan kualitas distribusi tetap terjaga. Secara operasional, sistem pelaporan ini mengemban beberapa fungsi utama guna meminimalkan risiko di berbagai daerah.
Salah satu fitur penting dalam aplikasi ini adalah uji organoleptik. Fitur tersebut digunakan untuk melakukan proses penilaian kualitas makanan berdasarkan aroma, rasa, dan tekstur secara langsung.
Melalui pengujian ini, petugas dapat memastikan makanan yang diterima masih dalam kondisi layak konsumsi. Evaluasi wajib diselesaikan sebelum hidangan tersebut akhirnya dibagikan kepada para target program.
Pemantauan Distribusi dan Transparansi Data
Selain menilai rasa dan aroma, aplikasi ini berfungsi memantau jalannya distribusi makanan. Pengguna di lapangan diwajibkan melaporkan ketepatan waktu pengiriman hingga kondisi fisik makanan saat tiba di lokasi.
Variasi menu harian yang disajikan juga menjadi poin yang harus dilaporkan melalui sistem. Hal ini membantu Badan Gizi Nasional memonitor kualitas layanan secara lebih cepat, tepat, dan terukur di berbagai wilayah.
Penerapan sistem digital ini turut ditujukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan program. Setiap laporan yang dikirim oleh petugas di lapangan akan langsung masuk ke sistem terpusat.
Melalui pengiriman data terintegrasi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan mitra penyedia makanan bisa bergerak cepat. Evaluasi serta perbaikan dapat segera dilakukan apabila ditemukan kendala teknis maupun operasional di lapangan.