Baim Wong Debut Sutradara Drama Melalui Film Semua Akan Baik-Baik Saja

Baim Wong Debut Sutradara Drama Melalui Film Semua Akan Baik-Baik Saja

Sutradara Baim Wong merilis film drama keluarga berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja yang mulai tayang di bioskop pada Rabu, 13 Mei 2026. Karya ini menjadi debut Baim dalam genre drama setelah sebelumnya menggarap film horor, dengan menggandeng aktor ternama seperti Reza Rahadian dan Christine Hakim.

Film produksi Tiger Wong Entertainment ini mengangkat dinamika keluarga sederhana yang berjuang menghadapi tekanan ekonomi serta konflik emosional. Cerita berpusat pada tokoh Langit, diperankan Reza Rahadian, yang harus memikul beban sebagai pengganti orang tua bagi keponakannya setelah kematian kakaknya, Tari yang diperankan Happy Salma.

Aktris senior Christine Hakim berperan sebagai Ibu Wida, sosok tangguh yang menjadi penopang moral di tengah kerumunan konflik keluarga tersebut. Dalam wawancara bersama Sore Ceria PRO2 FM RRI Semarang, Christine menjelaskan bahwa perannya memberikan kesan mendalam selama proses produksi berlangsung.

"Peran ibu yang saya lakoni memiliki kesan tersendiri selama menjalani keseluruhan proses produksi film ini," ujar Christine Hakim, pemeran Wida.

Christine menambahkan bahwa narasi dalam film ini sangat dekat dengan realitas masyarakat. Tekanan hidup menjadi tema sentral yang menggambarkan bagaimana sebuah keluarga bertahan di tengah keterbatasan.

"Mereka hidup bukan untuk bermimpi besar, melainkan sekadar bertahan menghadapi berbagai tekanan kehidupan," kata Christine Hakim menjelaskan isi cerita.

Reza Rahadian yang berperan sebagai Langit mengungkapkan ketertarikannya pada proyek ini karena muatan isu sosial yang kuat. Tokoh Langit digambarkan sebagai pria keras tempaan jalanan yang berusaha memperbaiki hubungan keluarga.

"Tema-tema sosial, atau yang berkaitan dengan kemanusiaan, itu selalu menarik untuk diceritakan kembali dalam sebuah film," ujar Reza Rahadian, aktor utama.

Reza menilai karakternya tidak sempurna namun memiliki motivasi yang tulus. Rasa cinta terhadap anggota keluarga menjadi penggerak utama bagi transformasi karakter Langit dalam menghadapi ego saudara-saudaranya.

"Langit bukan sosok sempurna. Tapi seseorang yang mencoba memperbaiki hubungan keluarganya karena rasa cinta terhadap anggota keluarga lain," lanjut Reza Rahadian.

Konflik cerita semakin tajam ketika tokoh Ilham, diperankan Teuku Rifnu Wikana, menolak mengasuh anak-anaknya sendiri setelah kematian istrinya. Ilham bahkan melontarkan pernyataan kejam terkait kondisi fisik dan mental anak bungsu mereka yang merupakan penyandang down syndrome.

"Mereka itu bukan anak-anakku," kata Ilham, tokoh antagonis.

Penolakan tersebut memicu perdebatan sengit dengan Langit. Ilham justru meragukan status anak-anak tersebut dengan kalimat yang menyakitkan hati keluarganya.

"Gila aja gua punya anak kayak gitu. Kakak lu tidur kali, ama orang lain?," ucap Ilham keji.

Baim Wong selaku sutradara memberikan kesempatan bagi aktor penyandang disabilitas bernama Alim untuk memerankan karakter penting. Baim menegaskan pemilihan Alim didasarkan pada kualitas akting yang ditunjukkan selama masa latihan.

"Alim dipilih bukan karena faktor unik semata. Tapi karena kemampuan aktingnya terus berkembang selama proses reading dan latihan," kata Baim Wong, sutradara.

Selain menghadirkan aktor profesional, film ini menjadi debut layar lebar bagi binaragawan Ade Rai. Meski bersyukur bisa terlibat, Ade Rai menegaskan bahwa ini akan menjadi proyek film pertamanya sekaligus yang terakhir karena ingin tetap fokus di dunia kesehatan.

"Enggak kebayang juga saya ada di dalam situasi ini. Tapi dari dulu memang saya mencoba untuk tahu diri dalam arti kalau di dalam dunia hiburan, kebutuhan dunia hiburan terhadap saya itu tidak sebesar dalam dunia kesehatan terhadap saya," tutur Ade Rai saat konferensi pers di Jakarta Selatan.

Ade mengaku sempat ragu saat awal ditawari peran oleh Baim Wong. Ia merasa tidak memiliki kapasitas sebagai aktor dan sempat menolak permintaan sahabatnya tersebut.

"Sebenarnya aku sudah menolak sih, karena pada saat itu juga aku pikir tidak dalam kapasitasku, jadi aku juga enggak mau," ucap Ade Rai menjelaskan penolakannya.

Namun, kegigihan Baim Wong dalam meyakinkan Ade Rai akhirnya membuahkan hasil. Ade luluh karena Baim menyatakan bahwa peran tersebut memang dirancang khusus untuk dirinya.

"Kebutuhan saya memang tenaganya ada di sana. Jadi segala sesuatu yang berhubungan sama kesehatan, edukasi kebugaran dan sebagainya mungkin itu memang bidang saya sih. Jadi ini kebetulan memang bukan bidang saya," ungkap Ade Rai mengenai bidang pengabdiannya.

Ade Rai memutuskan untuk membantu sahabatnya atas dasar kepercayaan personal. Ia bahkan enggan menerima bayaran profesional demi mendukung tulus visi artistik Baim Wong.

"Saya keseluruhan baik-baik saja sama Baim saja sih sebenarnya. Karena di kepala Baim ada satu peran yang menurut Baim peran itu saya yang bermain," ungkap Ade Rai tentang alasannya bergabung.

Baim Wong mengonfirmasi bahwa Ade Rai menolak saat hendak dikirimi honor produksi. Hal ini menjadi bentuk dukungan nyata dari sang atlet terhadap karya layar lebar Baim.

"Jadi ini aku buka sekarang saja ya kebaikan Ade Rai, pas saya chat kirim nomor rekening, dia jawab enggak usah begitu," kata Baim Wong memuji keikhlasan rekannya.

Sebagai penutup, Ade menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengalaman baru yang ia rasakan di industri perfilman nasional sebelum kembali ke rutinitas utamanya sebagai pakar kebugaran.

"Sebenarnya secara umum saya bersyukur sekali ya diberikan kesempatan untuk bisa berada atau menjadi bagian dari film ini yang menurut saya itu satu hal yang sangat saya syukuri," tutup Ade Rai.

Artikel terkait

Rekomendasi