Balinale 2026 Siapkan Pemutaran 100 Film Internasional di Sanur

Balinale 2026 Siapkan Pemutaran 100 Film Internasional di Sanur

Penyelenggara Bali International Film Festival (BIFF) resmi menggelar acara Road to Balinale 2026 di Terrace Soekarno Lounge, The Meru Sanur, pada Kamis, 30 April 2026. Agenda ini merupakan rangkaian pembuka menuju festival utama ke-19 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 7 Juni 2026 mendatang.

Dilansir dari Detik Hot, festival film internasional ini akan berpusat di kawasan Sanur dengan Cinema XXI di Bali Mall sebagai lokasi utama pemutaran karya. Sebanyak 100 film dari 35 negara telah terkonfirmasi akan memeriahkan ajang tahunan tersebut.

Pihak panitia mencatat antusiasme tinggi dengan masuknya lebih dari 1.300 karya film dari berbagai negara, termasuk sineas lokal Indonesia. Program ini mencakup kategori Short Narrative, Narrative Feature, Short Documentary, Documentary Feature, hingga Short Animation.

"Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film. Ini adalah ruang untuk membangun koneksi-antarbudaya, antarkomunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna. Melalui Road to Balinale 2026, kami dengan senang hati memulai perjalanan ini di Sanur, sebuah tempat dengan kehangatan, karakter, dan semangat komunitas yang kuat," ungkap Deborah Gabinetti, Pendiri sekaligus Festival Director Balinale.

Kegiatan pra-festival di Sanur ini sengaja dirancang untuk membangun kedekatan antara masyarakat setempat dengan ekosistem perfilman global sebelum kompetisi resmi dimulai. Penyelenggara ingin menonjolkan karakter Sanur yang memiliki semangat komunitas solid.

"Menjelang edisi ke-19 Balinale pada Juni mendatang, kami berharap acara ini dapat memberikan gambaran awal tentang semangat festival sekaligus mengajak Sanur menjadi bagian dari perjalanan ini," sambung Deborah Gabinetti.

Dari total film yang akan ditayangkan, terdapat 20 pemutaran perdana dunia (world premieres), 10 pemutaran perdana internasional, serta 26 pemutaran perdana di Asia. Inovasi baru juga dihadirkan tahun ini melalui kategori penghargaan khusus bernama Best Indonesian Short Tapestry of Indonesia.

Selain kompetisi, Balinale menyertakan program pengembangan bakat melalui kolaborasi global bertajuk Art of the Score. Program ini melibatkan Dr. Edward Bilous, Direktur Juilliard Center for Creative Technology dari The Juilliard School, yang akan berbagi ilmu mengenai pengolahan skor musik dalam film.

Artikel terkait

Rekomendasi