Model Victoria's Secret, Barbara Palvin, memamerkan perut buncitnya saat menghadiri Festival Film Cannes di Prancis bersama suaminya, aktor Dylan Sprouse, pada Kamis, 14 Mei 2026. Pasangan ini secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tengah menantikan kelahiran anak pertama setelah hampir sembilan tahun bersama.
Palvin tampil di karpet merah dengan mengenakan gaun satin berwarna biru muda, sementara Sprouse mengenakan tuksedo di sampingnya. Hubungan keduanya dimulai sejak bertemu di sebuah pesta hampir sembilan tahun lalu, sebelum akhirnya menikah secara resmi pada Juli 2023.
Kabar kehamilan ini menjadi sorotan setelah Palvin sebelumnya sempat membagikan perjuangan kesehatannya terkait penyakit endometriosis. Melalui media sosial pada 17 Agustus, model tersebut mengungkapkan rasa sakit parah yang dialaminya sebelum akhirnya menjalani prosedur medis.
"Fatigue, severe pain, heavy and irregular flow, sleepless nights on the bathroom floor. I thought this was just how it works for me. But recently I’ve been advised to seek out an endometriosis specialist to see whether my symptoms are caused by that." tulis Palvin, Model.
Palvin menjelaskan bahwa diagnosis penyakit ini tidaklah mudah karena tidak bisa dideteksi hanya melalui pemeriksaan umum. Setelah mendapatkan saran dari ahli, ia akhirnya menjalani operasi untuk mengatasi kondisi tersebut tiga bulan setelah pemeriksaan spesialis.
"I thought if I had endometriosis, I would have known about it by now, but as it turns out, endometriosis can’t be diagnosed with general examinations. So I went, and three months later I got operated on." ungkap Palvin, Model.
Dalam unggahannya di Instagram, ia juga memberikan pesan dukungan bagi perempuan lain yang merasakan gejala serupa. Ia mendorong para pengikutnya untuk segera mencari kepastian medis dan tidak membiarkan ketidakpastian mengenai kesehatan mereka terus berlanjut.
"find it out." ajak Palvin, Model.
Berdasarkan data dari UCLA Health, endometriosis memang hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui prosedur laparoskopi. Kondisi medis ini diketahui memiliki kaitan erat dengan masalah kesuburan, di mana sekitar 20 hingga 40 persen perempuan yang mengalami infertilitas ditemukan mengidap endometriosis.