Barcelona Optimis Berburu Julian Alvarez dari Atletico Madrid

Barcelona Optimis Berburu Julian Alvarez dari Atletico Madrid

Barcelona terus bergerak aktif dalam memburu pemain baru demi memperkuat daya gedor lini serang mereka untuk mengarungi musim depan. Seperti dilansir dari Detik Sport, klub raksasa Catalan tersebut kini mengalihkan fokus buruan mereka kepada penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez.

Langkah ini diambil setelah manajemen Blaugrana dikabarkan berhasil mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Anthony Gordon. Barcelona bahkan dilaporkan sangat optimistis dapat memenangkan persaingan dalam memperebutkan tanda tangan Julian Alvarez musim panas mendatang.

Optimisme tersebut tetap terjaga meskipun Barcelona harus bersaing ketat dengan klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, serta tim Liga Inggris, Arsenal. Kedua klub tersebut santer dikabarkan menaruh minat yang besar kepada penyerang asal Argentina itu.

Berdasarkan laporan dari ESPN, perwakilan manajemen Barcelona dikabarkan telah menggelar beberapa kali pertemuan dengan pihak Julian Alvarez. Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas peluang serta skenario proses transfer sang pemain menuju Camp Nou.

Dari komunikasi yang terjalin, Barcelona dikabarkan mendapatkan sinyal positif dari sang target operasi. Penyerang andalan Tim Nasional Argentina tersebut terindikasi lebih tertarik untuk bergabung dengan skuad asuhan Hansi Flick dibandingkan memilih opsi dari klub lain.

Ketertarikan pribadi dari sang pemain menjadi modal yang sangat berharga bagi manajemen Barcelona. Pasalnya, persaingan untuk mengamankan jasa mantan pemain Manchester City tersebut diperkirakan akan berjalan sangat sengit.

Rencana Perombakan Lini Depan Blaugrana

Sebelum fokus mengejar Julian Alvarez, Barcelona dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan Newcastle United FC untuk memboyong Anthony Gordon. Nilai transfer untuk penyerang sayap asal Inggris tersebut diperkirakan menembus angka 80 juta euro atau berkisar Rp 1,5 triliun.

Kendati demikian, rencana kedatangan Anthony Gordon terindikasi tidak menyurutkan perburuan Barcelona terhadap sosok penyerang tengah baru. Skuad asuhan Hansi Flick tetap membutuhkan striker murni menyusul kepastian kepergian Robert Lewandowski yang akan meninggalkan klub setelah masa kontraknya habis.

Tantangan Finansial dan Nilai Transfer Selangit

Berbeda dengan proses transfer Anthony Gordon yang berjalan relatif cepat, upaya Barcelona dalam memboyong Julian Alvarez diprediksi akan menghadapi jalan terjal. Atletico Madrid selaku pemilik sah sang pemain dilaporkan memasang harga yang sangat tinggi.

Nilai pelepasan penyerang berusia 26 tahun tersebut diperkirakan dapat melampaui angka 100 juta euro atau setara dengan Rp 1,87 triliun. Situasi ini membuat proses negosiasi diyakini berjalan alot dan berpotensi baru menemukan titik terang setelah gelaran Piala Dunia usai.

Manajemen Barcelona menyadari sepenuhnya bahwa mereka membutuhkan dana segar yang sangat besar untuk merampungkan transfer ini. Sebagai solusi finansial, manajemen klub sedang mempertimbangkan opsi untuk melepas beberapa pemain mereka pada bursa transfer nanti.

Nama penyerang sayap Ferran Torres menjadi salah satu pemain yang masuk dalam daftar jual potensial. Pemain yang memiliki kontrak hingga tahun 2027 tersebut sengaja akan dilepas demi memberikan ruang finansial yang cukup bagi Barcelona untuk mendanai transfer Julian Alvarez.

Ancaman Nyata dari PSG dan Arsenal

Walaupun berada dalam posisi yang diuntungkan berkat ketertarikan sang pemain, Barcelona tetap wajib waspada terhadap pergerakan PSG dan Arsenal. Kedua klub kaya tersebut memiliki kemampuan finansial yang jauh lebih mapan untuk memicu terjadinya perang harga.

Pihak Barcelona menyadari kekuatan finansial mereka akan sulit bersaing apabila proses transfer ini berubah menjadi ajang lelang terbuka. Oleh sebab itu, kubu Blaugrana kini sangat berharap agar keinginan personal dari Julian Alvarez untuk bermain di bawah arahan Hansi Flick dapat menjadi faktor kunci penentu keberhasilan transfer.

Artikel terkait

Rekomendasi