Barcelona dilaporkan tengah membidik penyerang Newcastle United, Anthony Gordon, sebagai amunisi baru untuk mengisi lini serang mereka.
Klub raksasa Spanyol tersebut dijadwalkan segera mengadakan pertemuan dengan pihak Anthony Gordon dalam waktu dekat, seperti dilansir dari Detik Sport.
Langkah berburu penyerang baru ini dilakukan Barcelona setelah Robert Lewandowski memilih untuk tidak memperpanjang masa baktinya di Camp Nou yang selesai pada akhir musim.
Manajemen Barcelona awalnya mengaitkan bidikan mereka pada beberapa nama penyerang sayap maupun tengah, mulai dari Julian Alvarez hingga Joao Pedro.
Namun, Barcelona kini lebih memfokuskan radar transfer mereka untuk memboyong Joao Pedro atau Anthony Gordon ke skuad utama.
Fokus beralih karena upaya mendatangkan Julian Alvarez dinilai sangat sulit lantaran sang pemain kini membela Atletico Madrid.
Direktur Olahraga Barcelona, Deco, dikabarkan segera terbang menuju London guna membuka jalur komunikasi resmi dengan pihak Joao Pedro dan Anthony Gordon.
Barcelona bergerak cepat demi mengamankan kesepakatan dengan Anthony Gordon lantaran sang pemain juga masuk dalam radar transfer Bayern Munich.
Tim Catalan tersebut harus segera mencapai kesepakatan dengan Newcastle United agar target transfer mereka tidak ditikung oleh Die Roten.
Ketertarikan Barcelona dan Bayern Munich tidak lepas dari performa impresif Anthony Gordon bersama The Magpies sepanjang musim lalu.
Pemain berkebangsaan Inggris tersebut sukses membukukan 17 gol dan menyumbang lima assist dari total 46 pertandingan yang ia jalani.
Kelebihan utama Anthony Gordon terletak pada fleksibilitas posisinya yang mampu beroperasi sama baiknya di sektor sayap maupun sebagai ujung tombak.
Kendala Nilai Transfer Tinggi
Langkah Barcelona untuk mendapatkan tanda tangan Anthony Gordon dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah.
Newcastle United dilaporkan mematok harga yang sangat tinggi untuk pelepasan Anthony Gordon, yaitu mencapai 9 juta euro atau sekitar Rp 2,1 triliun rupiah.
Barcelona dikabarkan terus berupaya melakukan negosiasi intensif agar manajemen Newcastle United bersedia menurunkan nominal tuntutan tersebut.
Klub asal Catalan ini dituntut bergerak bijak di bursa transfer setelah sebelumnya sempat mengalami krisis finansial yang cukup mendalam.