Barcelona Hadapi Lyon di Final Liga Champions Wanita UEFA 2026

Barcelona Hadapi Lyon di Final Liga Champions Wanita UEFA 2026

Barcelona dan Olympique Lyonnais bertarung memperebutkan trofi dalam babak final Liga Champions Wanita UEFA di Stadion Ullevaal, Oslo, pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 17.00 BST atau 22.55 WIB.

Pertandingan di ibu kota Norwegia ini merupakan pertemuan keempat bagi kedua klub raksasa Eropa tersebut di partai puncak dalam delapan tahun terakhir.

Lyon tercatat memenangi final pada edisi tahun 2019 dan 2022, sedangkan Barcelona unggul atas lawannya tersebut pada edisi tahun 2024.

Situs Bola Okezone memberitakan bahwa siaran langsung laga sengit ini dapat disaksikan melalui streaming VISION+ di saluran beIN Sports 3, sementara Goal.com menyebut layanan Disney+ juga menyiarkan pertandingan ini.

Barcelona menembus final keenam mereka secara beruntun setelah menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat 5-3, sementara Lyon lolos usai membalikkan ketertinggalan dari Arsenal di semifinal.

Gelandang Barcelona, Alexia Putellas, mencatatkan kontribusi keterlibatan gol terbanyak di kompetisi musim ini dengan delapan gol dan enam asis dari total 92 rangkaian serangan.

"At Barcelona, the demands are always at the highest level, so you're in a constant state of not being satisfied, and that pushes you to your limits," ujar Alexia Putellas, Gelandang Barcelona.

Putellas menilai tekanan tinggi selama bertahun-tahun di klub telah membentuk ketangguhan tersendiri bagi para pemain untuk terus melangkah tanpa henti.

"That's how I believe you have to be, or at least how I need to be at this club – always striving for excellence and constantly pushing yourself to be better," kata Alexia Putellas, Gelandang Barcelona.

Menurutnya, atmosfer pertandingan Liga Champions selalu menghadirkan perasaan yang besar, penting, serta terasa sangat istimewa bagi para pemain.

"Because it's a final against a team like Lyon, I think it's difficult to predict what's going to happen," ucap Alexia Putellas, Gelandang Barcelona.

Ia meyakini pertandingan perebutan gelar juara ini akan berlangsung sangat ketat karena mempertemukan dua tim terbaik di Eropa.

"All I know is that it'll be a very close match and, ultimately, we're the two best teams in Europe, so it's going to be a great game," tutur Alexia Putellas, Gelandang Barcelona.

Di kubu lawan, kapten Tim Nasional Wanita Amerika Serikat, Lindsey Heaps, bersiap menjalani laga terakhirnya bersama Lyon sebelum pindah ke klub Denver Summit di akhir musim Eropa.

"I don't really like to think about my time ending at OL Lyonnes," kata Lindsey Heaps, Gelandang Lyon.

Heaps merasa sangat bersyukur karena pertandingan pamungkasnya di kompetisi Eropa terjadi di babak final.

"But the fact that we made it to this final was a little extra-special for me, as my last Champions League game will be a Champions League final, so I'm very thankful for that." ujar Lindsey Heaps, Gelandang Lyon.

Pemain yang telah mencetak 22 gol untuk Lyon ini berpeluang menjadi pemain Amerika Serikat pertama yang memenangi dua gelar juara Liga Champions Wanita.

"These are the kinds of moments that you wake up and you play football for," tutur Lindsey Heaps, Gelandang Lyon.

Mencapai laga puncak merupakan impian masa kecil Heaps yang kini menjadi kenyataan yang sangat membanggakan dalam karier profesionalnya.

"This what I dreamed of when I was a little kid." ucap Lindsey Heaps, Gelandang Lyon.

Ia menambahkan bahwa seluruh elemen tim telah berjuang bersama di sepanjang musim demi mewujudkan impian mencapai babak final.

"It feels incredible to be going back to another Champions League final," kata Lindsey Heaps, Gelandang Lyon.

Keberhasilan kembali ke partai final dinilai sebagai momen nyata dari hasil kerja keras kolektif seluruh skuad Lyon musim ini.

"It's a bit surreal and also a very proud moment because I think this team has been together throughout the entire season and all our goals and dreams were to make it here." ujar Lindsey Heaps, Gelandang Lyon.

Mantan pemain profesional dan analis CBS Sports, Jen Beattie, memberikan pandangan mengenai posisi Heaps jika berhasil merengkuh trofi tersebut.

"Without a doubt," kata Jen Beattie, Analis CBS Sports.

Menurut Beattie, memimpin timnas AS dan mengukir sejarah baru bersama salah satu klub terbaik di Eropa menunjukkan keistimewaan Heaps.

"I think you know there's one to be captaining the U.S., but then to go and create that kind of history for one of the best European teams, and a team with already so much history, and then to go and sort of create your own history, just shows how special she is as a person, how special she is as a player." ujar Jen Beattie, Analis CBS Sports.

Beattie menilai pertandingan ini akan emosional bagi Heaps yang sudah memiliki kepastian masa depan untuk berkarir di Denver.

"I think this will be an emotional one," tutur Jen Beattie, Analis CBS Sports.

Laga ini dipandang sebagai dorongan terakhir bagi sang gelandang untuk benar-benar mengukir namanya dalam sejarah sepak bola Eropa sebelum hengkang.

"It's nice when you know your future. Obviously, she's heading to Denver after the final of the season, so it's kind of one last push to really etch her name in history." kata Jen Beattie, Analis CBS Sports.

Pelatih Lyon, Jonatan Giraldez, yang pernah menangani Barcelona pada periode 2021 hingga 2024, mengantisipasi pertandingan yang berimbang.

"Reaching the final is really nothing" kata Jonatan Giraldez, Pelatih Lyon.

Giraldez merasa mendapat hak istimewa bisa kembali berada di final Liga Champions dan berhadapan dengan mantan tim asuhannya tersebut.

"I feel privileged to face Barcelona as I'm grateful for the experience I had there and I wish them the best -- except [on Saturday] when we have to win. I feel privileged because I have the opportunity to be part of another Champions League final." ujar Jonatan Giraldez, Pelatih Lyon.

Ia menyatakan bahwa berada di partai final mendatangkan emosi dan motivasi besar dalam karier sepak bolanya.

"Doing this is the thing I enjoy the most and being in the final is emotional and motivational. I'm grateful to football for the opportunities it has given me and having the chance to be in another final is a dream for me." tutur Jonatan Giraldez, Pelatih Lyon.

Meskipun Barcelona mendominasi pemberitaan di beberapa final terakhir, Giraldez menegaskan level skuad kedua tim saat ini setara.

"Barcelona have taken headlines in recent finals, but this is a very equal final. It is a final involving two rival teams with top levels in their squads, regardless of the history. Our ambition is to win." ucap Jonatan Giraldez, Pelatih Lyon.

Berdasarkan laporan Hypebae, kemeriahan final ini juga dirayakan oleh sponsor kompetisi, Heineken, yang menggelar watch party di Oslo Bar di Hackney dengan mendonasikan seluruh hasil penjualan tiket dan bar ke komunitas sepak bola perempuan lokal.

Artikel terkait

Rekomendasi