Klub raksasa Spanyol Barcelona dilaporkan tengah bergerak cepat mengadakan negosiasi dengan perwakilan penyerang Atletico Madrid, Julián Álvarez, demi mengamankan tanda tangannya untuk memperkuat lini serang musim depan.
Kabar yang dilansir dari TyC Sports pada Kamis, 28 Mei 2026, menyebutkan bahwa Direktur Olahraga Barcelona Deco telah memimpin pertemuan penting bersama jajaran direksi pro-Joan Laporta dan agen sang pemain asal Argentina tersebut.
Pertemuan itu mengonfirmasi ketertarikan timbal balik antara kedua belah pihak setelah Barcelona memantau mantan pemain River Plate itu selama beberapa bulan terakhir.
Langkah Barcelona ini melengkapi manuver transfer mereka setelah sebelumnya menyepakati kedatangan Anthony Gordon senilai 70 juta euro plus variabel 10 juta euro demi ambisi bersaing di Liga Champions musim 2026/2027.
Meskipun demikian, Barcelona harus menghadapi kendala finansial dan restrukturisasi besar-besaran yang dipersiapkan oleh Atletico Madrid di bawah kendali Mateu Alemany.
Berdasarkan laporan Goal dari media AS, Atletico Madrid siap melepas penyerang yang telah mencetak 49 gol dari 106 laga itu dengan banderol mendekati 150 juta euro untuk mendanai perekrutan Bernardo Silva dan Cristian Romero.
Penjualan sang juara Piala Dunia tersebut diproyeksikan Atletico Madrid untuk merombak skuad Diego Simeone setelah kepergian Antoine Griezmann ke MLS dan hasil mengecewakan finis di peringkat empat La Liga.
Selain Barcelona, klub kaya Paris Saint-Germain dan Arsenal juga dilaporkan ikut bersaing memperebutkan penyerang yang masih terikat kontrak hingga tahun 2030 itu.
Di tengah spekulasi yang berkembang mengenai masa depan strikernya, pelatih Atletico Madrid memberikan pandangannya terkait situasi tersebut.
"Tiene la edad suficiente para saber lo que va a hacer y ya habrá tomado una decisión, imagino" ujar Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Hingga saat ini, manajemen Atletico Madrid masih menunggu proposal resmi yang masuk dari klub-klub peminat sementara proses negosiasi personal terus bergulir di Catalunya.