Masa depan penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, kini menjadi pembicaraan hangat setelah dikaitkan dengan raksasa La Liga, Barcelona. Pemain asal Argentina tersebut diproyeksikan sebagai penerus Robert Lewandowski yang masa depannya masih belum menemui titik terang.
Barcelona dilaporkan menjadikan Julian Alvarez sebagai buruan utama di bursa transfer. Gaya bermain pemain muda tersebut dinilai sangat cocok dengan skema taktik yang diterapkan oleh pelatih Hansi Flick, seperti dilansir dari Bola.
Namun, kendala besar muncul terkait nilai transfer yang dipasang oleh pihak Los Colchoneros. Atletico Madrid mematok harga sebesar 100 juta euro atau setara Rp2 triliun bagi klub mana pun yang ingin memboyong sang penyerang.
Harga tersebut sebenarnya telah mengalami penurunan signifikan dari nilai awal yang mencapai 150 juta euro atau sekitar Rp3 triliun. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran Alvarez bagi tim asuhan Diego Simeone tersebut.
Kabar kepindahan semakin menguat setelah Julian Alvarez terlihat berada di Barcelona untuk mencari properti tempat tinggal. Spekulasi ini memicu dugaan bahwa ia sedang mempersiapkan diri untuk segera berseragam Blaugrana dalam waktu dekat.
Meskipun demikian, agen sang pemain, Fernando Hidalgo, dengan tegas membantah isu tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan mengenai pencarian properti itu hanya rekaan dan menegaskan kliennya tidak berencana meninggalkan Metropolitano.
Situasi pelik yang dihadapi Barcelona coba dimanfaatkan oleh Paris Saint-Germain (PSG). Klub asal Prancis tersebut diketahui juga sangat meminati jasa pemain yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 itu.
Berdasarkan laporan Diario Sport, pelatih PSG Luis Enrique menjadikan perekrutan Julian Alvarez sebagai prioritas utama tim. Berbeda dengan Barcelona, PSG dikabarkan tidak merasa keberatan dengan banderol harga Rp2 triliun yang ditetapkan Atletico.
Demi memuluskan langkah tersebut, Les Parisiens bahkan siap menyertakan dua pemain mereka, Gonçalo Ramos dan Lee Kang-in, ke dalam paket tawaran. Langkah ini diambil untuk memastikan Alvarez mendarat di Parc des Princes.
Julian Alvarez dipandang sebagai solusi tepat untuk menggantikan posisi Ousmane Dembele. Masa depan Dembele di Paris saat ini masih diliputi ketidakpastian karena belum adanya kesepakatan mengenai perpanjangan kontrak pemain asal Prancis tersebut.
Apabila Dembele akhirnya memilih untuk bertahan dan memperbarui masa baktinya, posisi Alvarez di PSG mungkin tidak akan selalu menjadi starter. Ia berpotensi mengemban peran sebagai pemain rotasi di bawah asuhan Luis Enrique.
Sikap Atletico Madrid Terkait Masa Depan Alvarez
Meski banjir tawaran dari klub-klub besar Eropa, Atletico Madrid pada dasarnya masih enggan untuk berpisah dengan bintang mereka. Julian Alvarez masih memiliki ikatan kontrak jangka panjang dengan klub hingga tahun 2030 mendatang.
Pihak klub bahkan berencana memberikan apresiasi berupa kenaikan gaji menjadi 10 juta euro per musim. Jika rencana ini terealisasi, ia akan sejajar dengan Jan Oblak sebagai pemain dengan pendapatan tertinggi di skuad Atletico Madrid.
Peluang kepindahan ke PSG dinilai lebih besar terjadi dibandingkan ke Barcelona. Hal ini dikarenakan Atletico lebih memilih melepas pemainnya ke klub luar negeri daripada memperkuat rival langsung mereka di kompetisi domestik La Liga.
"Julian Alvarez menegaskan dengan sangat jelas bahwa dia sangat bahagia di Atleti. Setiap hal kecil yang dia katakan selalu ditafsirkan dengan cara yang berbeda," kata Alemany, dilansir dari keterangan pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano.
Pihak klub masih sangat optimis terkait komitmen jangka panjang sang pemain di Madrid. Alemany menambahkan bahwa manajemen berharap Alvarez bisa bertahan lebih lama dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
"Dia masih memiliki kontrak 4 tahun lagi, dan kami berharap dia bertahan lebih lama lagi dan bahkan memperpanjangnya. Saya tidak melihat ada masalah dengan Julian," tambahnya.