Bartomeu Ungkap Alasan Barcelona Pilih Dembele Daripada Kylian Mbappe

Bartomeu Ungkap Alasan Barcelona Pilih Dembele Daripada Kylian Mbappe

Mantan Presiden FC Barcelona Josep Maria Bartomeu mengungkapkan pada Selasa, 5 Mei 2026, bahwa klub sempat mengajukan penawaran untuk Kylian Mbappe sebelum akhirnya memilih Ousmane Dembele pada bursa transfer musim panas 2017.

Langkah pencarian penyerang baru tersebut dilakukan manajemen Blaugrana sebagai respon darurat setelah kepergian Neymar ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer rekor dunia sebesar 222 juta euro.

Bartomeu menjelaskan bahwa meskipun ada peluang untuk mendatangkan Mbappe yang saat itu masih berseragam AS Monaco, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan staf pelatih dan direktur olahraga.

"Preguntamos por Mbappé, pero los técnicos prefirieron a Dembélé" kata Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Mantan orang nomor satu di Camp Nou tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu dalam mengintervensi urusan teknis tim selama menjabat sebagai presiden klub.

"After that, we started looking for a replacement. We made an offer for Mbappe and another for Dembele. The coaching staff preferred Dembele." tutur Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Selain faktor selera teknis, kendala finansial juga menjadi tembok penghalang besar bagi Barcelona untuk bersaing memperebutkan tanda tangan pemain tim nasional Prancis tersebut.

"It wasn’t an offer in the strict sense. They would say to you: he’s worth €180 million. If you want Mbappe, it’s €180 million, and Paris paid it." ujar Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Keputusan tersebut berujung pada perekrutan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund dengan kesepakatan nilai transfer mencapai 105 juta euro ditambah sejumlah variabel bonus.

"Se hizo una oferta al Mónaco, que nos pidió 180 millones. Finalmente los técnicos se decantaron por Ousmane Dembélé" jelas Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Dalam wawancara dengan Cadena SER, Bartomeu juga merefleksikan satu-satunya intervensi besar yang pernah ia lakukan dalam kebijakan transfer pemain, yakni saat mendatangkan Luis Suarez.

"The only decision I made as president or as an administrator, and which I defended vigorously, was the signing of Suarez. I was heavily criticised
 so I learnt the lesson that the president or administrators cannot interfere in sporting matters. We must trust the technical staff, the sporting directors and the coaches." tegas Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Meskipun mengklaim banyak pencapaian ekonomi sebelum pandemi, Bartomeu mengakui bahwa beberapa investasi besar lainnya tidak memberikan hasil maksimal di lapangan hijau.

"Neymar’s departure came as a shock to the club; we didn’t want him to leave." ungkap Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Ia juga sempat menyinggung upaya keras klub untuk mempertahankan megabintang Lionel Messi agar tidak meninggalkan Spanyol lebih awal sebelum akhirnya hengkang pada 2021.

"Hubiera tenido a Messi hasta el Mundial de Qatar. Alguna vez habíamos hablado de que irían a Miami, porque Beckham había venido aquí. Yo intenté renovar a Messi hasta 2022; pero preferiría esperar. Para mí, Messi era fundamental desde el punto de visto económico y comercial. Si no hemos recuperado esos ingresos a día de hoy, es porque no estå aquí" pungkas Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Bartomeu menambahkan bahwa dirinya tidak membayar Wakil Presiden Komite Wasit melainkan membayar laporan teknis yang diminta oleh area olahraga klub melalui sebuah perusahaan.

"No pagamos al vicepresidente de los årbitros, pagamos informes técnicos que solicitaba el årea deportiva." cetus Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Terkait tuduhan suap, ia membantah adanya hubungan antara pembayaran laporan tersebut dengan hasil pertandingan yang diperoleh tim Barcelona di lapangan.

"No tiene nada que ver el servicio de informes con si el Barça tenía mejores o peores arbitrajes" sambung Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Pria yang memimpin Barcelona hingga 2020 itu tetap konsisten bahwa layanan tersebut murni untuk keperluan data teknis bagi tim kepelatihan.

"Nosotros no pagamos al vicepresidente de los ĂĄrbitros; pagamos a una empresa que hacĂ­a unos informes" tutup Josep Maria Bartomeu, Mantan Presiden Barcelona.

Artikel terkait

Rekomendasi