Bayern Muenchen Gagal ke Final Liga Champions Usai Imbang Lawan PSG

Bayern Muenchen Gagal ke Final Liga Champions Usai Imbang Lawan PSG

Bayern Muenchen gagal melaju ke babak final Liga Champions 2025-2026 setelah ditahan imbang Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 1-1 pada laga leg kedua semifinal di Allianz, Kamis (7/5/2026). Hasil tersebut membuat skuad asuhan Vincent Kompany kalah agregat 5-6 dari tim tamu, sebagaimana dilansir dari Bola.

Kekalahan agregat tipis ini memupus harapan raksasa Jerman tersebut meskipun mereka tercatat baru menelan satu kekalahan dari 29 pertandingan kandang terakhir di kompetisi tertinggi Eropa ini. Sementara itu, PSG melaju ke partai puncak dengan status sebagai tim paling produktif musim ini lewat raihan total 43 gol.

Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, memberikan pembelaan terhadap performa anak asuhnya yang dinilai sudah memberikan perlawanan maksimal di lapangan. Ia menyoroti bagaimana taktik penguasaan bola timnya mampu meredam strategi lawan meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

"I tidak setuju. Banyak hal yang dilakukan PSG dengan sangat baik adalah pressing dan ruang serang yang diciptakan para penyerang," kata Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Mantan pemain Manchester City tersebut juga menekankan bahwa disiplinnya lini pertahanan lawan menjadi tembok besar bagi serangan-serangan yang dibangun timnya. Kompany menilai Bayern sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol tambahan.

"I rasa bagian dari rencana permainan mereka tidak dapat dieksekusi dengan baik karena kami bermain bagus dalam penguasaan bola," ungkap Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Ia menambahkan bahwa efektivitas pertahanan PSG dalam menghalau umpan krusial di area penalti sangat menyulitkan pergerakan pemain depan Bayern. Hal ini membuat banyak posisi berbahaya gagal dikonversi menjadi gol.

"Kami berada di banyak posisi berbahaya, tetapi tepat pada saat kami akan melakukan umpan silang atau memainkan bola terakhir, PSG bertahan dengan sangat baik," ujar Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Meski kecewa dengan kegagalan timnya, Kompany juga menyinggung beberapa momen krusial yang dianggapnya dipengaruhi oleh keputusan wasit Joao Pinheiro. Skor imbang 1-1 disebutnya tidak lepas dari dinamika di lapangan yang melibatkan keputusan ofisial pertandingan.

"Butuh waktu lama bagi kami. Skor menjadi 1-1. Tentu saja, kita harus menyebutkan keputusan-keputusan yang diambil," lanjut Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Kompany juga menanggapi perdebatan mengenai performa PSG secara keseluruhan dalam pertandingan tersebut. Ia menegaskan bahwa kemenangan tipis PSG didapat melalui perjuangan keras di tengah tekanan timnya.

"Jika kami memenangkan pertandingan ini, pertanyaannya adalah PSG tidak melakukan semua yang biasanya mereka lakukan," tegas Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Terlepas dari rasa tidak puas terhadap kepemimpinan wasit, juru taktik asal Belgia tersebut tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan selamat kepada pihak lawan. Ia mengakui ada beberapa keputusan yang sulit diterima oleh timnya.

"Ada beberapa keputusan yang tidak kami sukai. Tapi kami sangat menghormati PSG dan mengucapkan selamat," kata Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Salah satu poin keberatan yang cukup krusial adalah keputusan terkait pelanggaran handball yang mengakibatkan Konrad Laimer mendapatkan kartu merah. Kompany mengaku tidak melihat adanya bukti visual yang jelas terkait insiden tersebut.

"Sebagai sebuah tim, Anda selalu harus bertanggung jawab, baik menang maupun kalah. Kami memiliki pendapat yang sangat berbeda tentang keputusan handball," ungkap Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Penilaian Kompany mengenai keseimbangan kekuatan kedua tim menjadi penutup dalam pernyataannya usai laga. Ia meyakini bahwa kedua tim sudah bertarung secara adil di atas lapangan hijau.

"Kartu merah, tampaknya Konrad Laimer dianggap menyentuh bola dengan tangannya, tetapi saya tidak melihat gambar yang menunjukkannya," terang Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Sang pelatih juga menekankan bahwa wasit seharusnya tidak menjadi faktor penentu tunggal dalam hasil akhir sebuah pertandingan besar. Ia lebih melihat pertandingan tersebut sebagai pertarungan dua tim yang seimbang.

"Mungkin ada, tetapi saya tidak melihatnya. Jika Anda melihat tim yang jelas lebih baik, Anda memiliki penglihatan yang lebih tajam daripada saya," ucap Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Kompany pun mengakhiri keterangannya dengan menegaskan bahwa keputusan wasit tidak dapat menentukan hasil akhir pertandingan. PSG kini dijadwalkan menghadapi Arsenal di final Liga Champions 2025-2026 yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026).

"Saya melihat dua tim yang seimbang berjuang sekeras mungkin. Keputusan wasit ini tidak dapat menentukan hasilnya," tutup Kompany, pelatih Bayern Muenchen.

Artikel terkait

Rekomendasi