Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, memastikan kesebelasan asuhannya tetap mengusung filosofi permainan menyerang saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Kamis (7/5/2026). Strategi berisiko tinggi tersebut dipilih guna mengejar ketertinggalan agregat skor 4-5 dari klub asal Prancis tersebut.
Keputusan mempertahankan gaya agresif diambil meski lini pertahanan Bayern menjadi sorotan setelah kebobolan 16 gol dalam enam laga terakhir, sebagaimana dilansir dari Bola. Bayern sendiri mencatatkan rekor produktivitas di Bundesliga musim ini dengan torehan 116 gol di bawah kepemimpinan Kompany.
Kompany menegaskan bahwa pendekatan ofensif merupakan identitas utama timnya yang tidak akan dikompromikan demi keamanan pertahanan semata. Menurutnya, mengorbankan kekuatan menyerang justru akan merugikan stabilitas tim secara keseluruhan dalam upaya membalikkan keadaan.
"Saya juga ingin mencatat clean sheet, tetapi yang tidak boleh kami lakukan adalah kehilangan apa yang membuat kami kuat," ujar Kompany, Pelatih Bayern Muenchen.
Mantan kapten Manchester City tersebut juga menilai hasil kekalahan tipis pada pertemuan pertama di Paris merupakan konsekuensi yang wajar. Ia menganggap dinamika pertandingan terbuka tersebut adalah bagian dari realitas sepak bola level tinggi saat ini.
"I am not a person who sees things in black and white. What happened in Paris makes complete sense," kata Kompany, Pelatih Bayern Muenchen.
Kompany menambahkan bahwa PSG yang kini dilatih Luis Enrique kemungkinan besar tidak akan mengubah pola permainan mereka. Hal ini didasari pada keberhasilan tim tamu yang meraih gelar juara Liga Champions pada musim sebelumnya.
"PSG tidak akan mengubah gaya yang membawa mereka juara Liga Champions musim lalu," ucap Kompany, Pelatih Bayern Muenchen.
Senada dengan sang pelatih, gelandang Joshua Kimmich menegaskan fokus tim adalah meraih kemenangan tanpa harus mengubah pakem permainan yang sudah dibangun selama semusim. Baginya, hasil akhir menjadi prioritas utama tanpa mempedulikan skor spesifik yang harus dicapai.
"Kami tidak akan mengubah gaya bermain dalam tiga hari dan hanya bertahan. Kami harus menang, entah itu 5-4, 3-2, atau 1-0," ujar Kimmich, Gelandang Bayern Muenchen.
Pertandingan di Allianz Arena diprediksi akan kembali menyajikan duel terbuka mengingat PSG juga dikabarkan menargetkan minimal tiga gol di markas Muenchen. Sebelumnya, performa lini depan Bayern sempat menunjukkan taringnya saat Harry Kane membantu tim menyingkirkan Real Madrid pada babak perempat final pada April 2026.