Bayern Munchen Tolak Tuntutan Gaji Konrad Laimer Musim Depan

Bayern Munchen Tolak Tuntutan Gaji Konrad Laimer Musim Depan

Manajemen Bayern Munchen menghentikan negosiasi perpanjangan kontrak dengan gelandang Konrad Laimer pada Selasa, 5 Mei 2026, setelah tuntutan gaji sang pemain dianggap melampaui batas finansial klub. Situasi ini membuat raksasa Bundesliga tersebut mempertimbangkan opsi penjualan pemain asal Austria itu pada bursa transfer musim panas mendatang.

Dilansir dari harianbasis.co, Laimer meminta kenaikan upah tahunan menjadi 12 juta hingga 15 juta euro, namun Bayern hanya menawarkan maksimal 10 juta euro. Meski tampil solid dengan torehan tiga gol dan 12 assist sepanjang musim 2025/2026, manajemen tetap memegang teguh struktur gaji tim.

Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen, Uli Hoeness, memberikan penilaian terhadap tingginya permintaan gaji tersebut dibandingkan dengan profil sang pemain. Ia menilai angka yang dilaporkan perlu diletakkan dalam perspektif yang tepat.

"When you read what's being reported about his salary demands, you have to put it into perspective. Konny is a player I value highly but he's not Maradona or Kane" cetus Uli Hoeness, Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen.

Hoeness menambahkan bahwa setiap pemain harus menerima kenyataan adanya batasan finansial yang ditetapkan oleh klub. Pihak manajemen mengklaim telah memberikan tawaran yang realistis bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.

"Players like him have to accept that there are limits – even when they earn very good money" tambah Uli Hoeness, Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen.

Terkait spekulasi kepindahan Laimer, Hoeness menegaskan bahwa klub tidak merasa tertekan meskipun kontrak sang gelandang akan berakhir pada Juni 2027. Ia menekankan pentingnya melihat konteks dari laporan yang beredar di media.

"We’re not talking about specific figures here. But when you read what is supposedly being reported about his salary and demands, you have to put that into context" kata Uli Hoeness, Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen.

Meskipun mengakui kontribusi besar Laimer bagi tim dan citra publik klub, Hoeness bersikeras bahwa struktur gaji tidak boleh rusak. Ia membandingkan urgensi finansial tersebut dengan peran pemain bintang lainnya.

"Konny is a player I value very highly. He is extremely important for the team, and also for the club’s public image. He works incredibly hard for the team. But he is not Maradona. And players like such have to accept that there are limits – even when they earn very good money" ujar Uli Hoeness, Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen.

Hoeness juga menyoroti usia Laimer yang akan menginjak 30 tahun saat kontraknya habis nanti sebagai bahan pertimbangan pemberian kontrak baru. Menurutnya, gaji yang diterima Laimer saat ini hanya mampu dipenuhi oleh segelintir klub besar di Eropa.

"He still has one year left on his contract, yet it is sometimes portrayed as if he will not play for us from July 1 onwards. He would be available on a free transfer in the summer [of 2027], and he will be 30 years old by then, which must of course be taken into account. And what he currently earns can only be offered by very few clubs in Europe at all" papar Uli Hoeness, Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen.

Keputusan akhir mengenai masa depan Laimer berada di tangan departemen olahraga yang dipimpin Max Eberl dan Christoph Freund. Hoeness meyakini bahwa penilaian yang diberikan sudah sesuai dengan nilai ekonomi sang pemain.

"I don’t know exactly what [board member for sport] Max [Eberl] and [sporting director] Christoph [Freund] have offered him, but it will certainly not be what his agents initially demanded. This has nothing to do with our general policy, but rather is a realistic assessment of his sporting and economic value. It is high – but he is not Harry Kane" tegas Uli Hoeness, Anggota Dewan Pengawas Bayern Munchen.

Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, mengakui adanya perbedaan sudut pandang dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung. Meski demikian, ia menyatakan bahwa hubungan kedua belah pihak tetap berjalan dengan profesional.

"There are discussions and ideas – right now we're not in agreement. But that's okay, there's no bad blood, no resentment, just two different viewpoints. We just have to see if we can find common ground" ungkap Max Eberl, Direktur Olahraga Bayern Munchen.

Kebuntuan ini menarik perhatian Liverpool yang dilaporkan mulai memantau ketersediaan Laimer untuk memperkuat lini tengah mereka. Berikut adalah data statistik performa Konrad Laimer yang menjadi dasar penilaian klub:

Statistik Konrad Laimer Musim 2025/2026 (per 90 Menit)
Kategori StatistikPersentil
xG lawan saat bermain96th
Perebutan bola di area lawan83rd
Sentuhan di kotak penalti lawan97th
Peluang yang diciptakan88th
Expected Assists (xA)80th

Bayern Munchen kini dikabarkan mulai melirik Givairo Read dari Feyenoord sebagai langkah antisipasi jika Laimer benar-benar hengkang. Saat ini, Laimer masih diposisikan sebagai bagian dari rencana taktis pelatih Vincent Kompany di Allianz Arena.

Artikel terkait

Rekomendasi