FC Bayern Munchen Hadapi VfB Stuttgart di Final DFB Pokal

FC Bayern Munchen Hadapi VfB Stuttgart di Final DFB Pokal

FC Bayern Munchen menantang juara bertahan VfB Stuttgart dalam pertandingan final DFB Pokal di Stadion Olimpiade Berlin pada Sabtu, 23 Mei 2026. Laga ini menjadi penampilan perdana klub berjuluk Die Roten tersebut di partai puncak kompetisi setelah absen selama enam tahun terakhir.

Dilansir dari abendzeitung-muenchen.de, atmosfer panas langsung menyelimuti area stadion menjelang pertandingan. Suporter kedua tim melakukan aksi protes keras terhadap Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dengan membentangkan spanduk kecaman serta menyalakan suar di area tribun penonton.

Pelatih FC Bayern Munchen Vincent Kompany menurunkan penjaga gawang muda Jonas Urbig sebagai starter untuk menggantikan kapten Manuel Neuer yang mengalami cedera betis. Menghadapi laga krusial ini, Kompany menyatakan fokus penuh untuk mengamankan gelar juara kedua bagi timnya pada musim ini.

"Ich schlafe immer am besten in der Nacht vor dem Spiel," kata Vincent Kompany, Pelatih FC Bayern Munchen.

Kompany menilai analisis mengenai performa tim sepanjang musim tidak lagi krusial dibandingkan hasil akhir di laga final. Juru taktik asal Belgia tersebut menegaskan bahwa dirinya hanya memikirkan cara untuk membawa pulang trofi kemenangan.

"Pokal gewinnen gute Saison? Pokal verlieren schlechte Saison?" ujar Vincent Kompany, Pelatih FC Bayern Munchen.

Kompany menambahkan bahwa pola pikir hitam-putih seperti itu terlalu dangkal untuk menilai kinerja tim. Dirinya memastikan seluruh skuad memiliki motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan di Berlin.

"Ich habe, ehrlich gesagt, wirklich Bock auf einen Sieg. Das ist das Einzige, was zählt. Und nicht die Saison-Analyse." tutur Vincent Kompany, Pelatih FC Bayern Munchen.

Di kubu lawan, pelatih VfB Stuttgart Sebastian Hoeness membuat keputusan mengejutkan dalam susunan pemain. Dilansir dari pdiperjuanganbali.id, Hoeness membangkucadangkan kapten tim Atakan Karazor dan memasang pemain muda Chema Andres di lini tengah bersama Angelo Stiller.

"Wir haben Blut geleckt," kata Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.

Hoeness menyadari bahwa Bayern Munchen merupakan salah satu tim terbaik di Eropa yang sulit ditundukkan. Kendati demikian, dirinya optimistis anak asuhnya mampu menyajikan performa luar biasa demi mempertahankan gelar juara.

"Eine außergewöhnliche Leistung, die brauchst du gegen die Bayern. Es ist das schönste Spiel, das du haben kannst gegen die beste Mannschaft in Deutschland und eine der besten in Europa." ujar Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.

Terkait pencadangan Atakan Karazor, Hoeness menjelaskan bahwa sang kapten sempat mengalami masalah kebugaran sebelum terkena sanksi kartu merah di Bundesliga. Kondisi fisik yang belum prima menjadi alasan utama tim pelatih melakukan rotasi.

"Er hat leider auch vor seiner Sperre schon mit kleinen Problemen gekämpft," kata Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.

Faktor minimnya waktu latihan dalam dua pekan terakhir memperkuat keputusan untuk mengistirahatkan Karazor. Hoeness memilih memercayakan lini tengah kepada Chema Andres yang tampil impresif pada laga-laga sebelumnya.

"Er hat in den letzten zwei Wochen nicht viel trainiert," ujar Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.

Chema Andres dinilai sedang berada dalam grafik permainan yang menanjak setelah mencetak gol saat melawan Frankfurt dan tampil solid kontra Leverkusen. Keputusan ini diambil sebagai langkah paling realistis demi meredam agresivitas lini tengah Munchen.

"Chema hat es gut gemacht. In Frankfurt hat er ein Tor gemacht, gegen Leverkusen hat er auch gut gespielt," tutur Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.

Selain merotasi lini tengah, Stuttgart juga mencadangkan bek kanan murni seperti Josha Vagnoman dan Kiliann Assignon. Hoeness menegaskan seluruh perubahan dalam susunan pemain inti ini sudah melalui pertimbangan taktis yang matang.

"Es war die logische Entscheidung," tegas Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.

Artikel terkait

Rekomendasi