Perbedaan latar belakang pendidikan antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali menarik perhatian publik. Kontras yang mencolok terlihat dari cara keduanya menempuh jalur akademik maupun pendekatan mereka terhadap ilmu pengetahuan.
Dikutip dari Suara, Ahmad Dhani lahir di Surabaya pada 26 Mei 1972 dan menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah 6, SMP Negeri 6, serta SMA Negeri 2 Surabaya. Sejak masa sekolah menengah, ia sudah aktif membangun grup band.
Dhani lebih memilih mendalami dunia musik dibandingkan rutinitas akademik formal. Ia sempat tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Universitas Pancasila Jakarta pada 1992, namun studi tersebut tidak ia selesaikan.
Keputusan tersebut diambil karena ia memilih fokus mengembangkan karier bersama Dewa 19. Bagi Dhani, pendidikan formal dianggap sebagai sebatas "formalitas" karena ia lebih menekankan pada pengalaman hidup, bakat, serta kebebasan.
Filosofi ini ia terapkan dalam mendidik anak-anaknya dengan memberikan kebebasan penuh untuk mengejar passion. Ia cenderung membebaskan Al, El, dan Dul untuk memilih jalur musik atau bisnis tanpa paksaan akademis.
Berbeda dengan mantan suaminya, Maia Estianty memiliki rekam jejak pendidikan yang lebih terstruktur. Maia yang lahir pada 27 Januari 1976 ini bersekolah di SD Katolik Yohanes Gabriel, SMP Negeri 1, dan SMAN 2 Surabaya.
Lingkungan keluarga Maia memiliki latar belakang pendidikan tinggi yang sangat kuat. Ayahnya, Harjono Sigit, merupakan seorang arsitek lulusan ITB yang pernah mengemban amanah sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Maia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Indonesia (UI). Awalnya ia masuk ke Fakultas Sastra Belanda sebelum akhirnya berpindah ke Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI hingga lulus dengan predikat cumlaude.
Keberhasilan meraih predikat tersebut dicapai Maia meski saat itu ia harus menjalani peran sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan dua anak. Kedisiplinannya terbukti saat ia sempat dipercaya menjadi dosen tamu di universitas tersebut.
Perbedaan Filosofi dalam Mendidik Anak
Perbedaan prinsip pendidikan ini sering menjadi perbincangan, terutama menyangkut masa depan Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani. Maia secara konsisten mendorong anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Salah satu buktinya adalah saat El Rumi dikirim untuk menempuh pendidikan di Universitas Westminster, London, mengambil jurusan Business and Management. Di sisi lain, Ahmad Dhani bersikap jauh lebih fleksibel mengenai hal tersebut.
Dhani pernah menyatakan bahwa ia membebaskan anak-anaknya untuk hidup bahagia dan merdeka tanpa harus dipaksa kuliah. Baginya, kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh ijazah formal yang dimiliki seseorang.
Meskipun memiliki sudut pandang yang berbeda, keduanya membuktikan keberhasilan dengan cara masing-masing. Dhani sukses besar sebagai musisi dan produser melalui jalur non-konvensional, sementara Maia menggabungkan pendidikan dengan karier bisnis yang mapan.