Beppe Marotta Ungkap Alasan Tolak Cristiano Ronaldo dan Tinggalkan Juventus

Beppe Marotta Ungkap Alasan Tolak Cristiano Ronaldo dan Tinggalkan Juventus

Presiden Inter Milan Beppe Marotta mengungkapkan sejarah lama terkait keputusannya menentang perekrutan Cristiano Ronaldo saat dirinya masih menjabat sebagai CEO Juventus pada tahun 2018 lalu.

Langkah Juventus yang tetap mendatangkan bintang asal Portugal tersebut memicu rumor keretakan hubungan antara Marotta dengan Andrea Agnelli, hingga berujung pada akhir masa jabatannya di Turin pada Oktober 2018.

Dilansir dari Kompas.com dan Harian Disway, keputusan manajemen Juventus saat itu murni didasari keinginan mengubah struktur internal klub dengan memberikan peran lebih besar kepada Agnelli dalam pengambilan keputusan.

"Saya tidak setuju dengan perekrutan Cristiano Ronaldo, tetapi masa saya di Juventus tidak berakhir karena itu," kata Marotta saat menjelaskan situasi internal klub kala itu.

Marotta menambahkan bahwa seorang manajer profesional harus menghormati keputusan tertinggi yang diambil oleh pemilik klub demi kebaikan organisasi.

"Ketika pemilik klub melangkah maju, manajer harus mundur selangkah," ujar Marotta.

Setelah meninggalkan posisinya, pria berusia 69 tahun itu mengaku tidak menyangka langsung mendapatkan penawaran kerja dari rival abadi mereka, Inter Milan, dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Presiden membuat pilihannya sendiri dan saya menerimanya," ujar Marotta seperti dilansir dari DAZN.

Selama memimpin Inter Milan, Marotta sukses mempersembahkan tiga gelar juara Liga Italia termasuk trofi musim 2025-2026 di bawah asuhan Cristian Chivu, serta meraih trofi Coppa Italia setelah menundukkan Lazio 2-0 di Stadion Olimpico pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.

Marotta juga membeberkan strategi pemilihan pelatih Nerazzurri, mulai dari penunjukan Antonio Conte yang dinilai memiliki karakter kepemimpinan sangat kuat.

"Conte tahu kapan harus meninggikan suara pada momen yang tepat," ungkap Marotta.

Pasca kepergian Conte pada 2021, Marotta sempat menjajaki komunikasi dengan Massimiliano Allegri sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Simone Inzaghi karena tidak adanya keselarasan visi dengan mantan pelatih Juventus tersebut.

"Arah rencana kami benar-benar tidak sejalan," kata Marotta terkait kegagalan kesepakatan dengan Allegri.

Meski Inzaghi berhasil menyumbang trofi, kebersamaan mereka berakhir setelah kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions, di mana Inzaghi kemudian memilih hijrah ke klub Arab Saudi, Al-Hilal.

Hingga kini, Marotta tercatat sudah empat kali mengantar timnya ke final Liga Champions bersama Juventus dan Inter Milan, namun seluruh laga puncak tersebut berakhir dengan kekalahan.

"Impian saya selanjutnya? Terlalu mudah untuk mengatakan Liga Champions," kata Marotta mengenai ambisi besarnya yang tersisa.

Mantan direktur Sampdoria ini menegaskan komitmennya untuk membawa trofi tertinggi kompetisi Eropa tersebut ke Giuseppe Meazza sebelum menyudahi karier panjangnya di dunia sepak bola.

"Tentu saja saya ingin memenangkannya bersama Inter. Tim saya telah bermain di empat final dan kalah di semuanya. Jika kami memenangkan Liga Champions, saya bisa pensiun," imbuh Marotta.

Artikel terkait

Rekomendasi