Mantan CEO Juventus, Beppe Marotta, akhirnya buka suara mengenai kabar miring yang menyebut dirinya terlibat konflik dengan Andrea Agnelli. Perbedaan pandangan tersebut diketahui berkaitan dengan keputusan mendatangkan bintang dunia, Cristiano Ronaldo.
Seperti dilansir dari Detik Sport, Juventus resmi merekrut Cristiano Ronaldo pada bursa transfer musim panas 2018 setelah sang pemain menyelesaikan kontraknya di Real Madrid. Tidak lama setelah megabintang asal Portugal itu tiba di Turin, Marotta memilih melepaskan jabatannya sebagai CEO dan Direktur Umum Area Olahraga di Juventus.
Keputusan hengkang tersebut memicu spekulasi bahwa hubungan Marotta dan Agnelli, yang kala itu menjabat sebagai Presiden Juventus, mengalami keretakan akibat kebijakan transfer sang pemain.
Marotta kemudian memberikan klarifikasi mengenai rumor yang telah beredar luas selama bertahun-tahun tersebut.
"Itu sekarang sudah menjadi legenda urban. Memang benar saya tidak setuju dengan langkah itu, tetapi itu bukanlah sebuah perdebatan. Presiden telah membuat pilihannya, saya menerimanya," kata Marotta kepada DAZN.
Setelah menyudahi masa baktinya selama delapan tahun bersama Si Nyonya Tua, Marotta langsung melanjutkan kariernya ke Inter Milan. Saat ini, pria berusia 69 tahun tersebut memegang posisi krusial sebagai presiden klub berjuluk Nerazzurri.
Marotta juga menceritakan momen emosional yang dialaminya ketika harus menyudahi hubungan kerja dengan manajemen Juventus serta proses kilat kepindahannya ke Milan.
"Hari kepergian saya terasa sedih setelah delapan tahun, tetapi saya yakin bahwa ketika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka," kata Marotta.
"Itu terjadi dalam waktu 24 jam. Saya sangat terkejut dengan telepon dari Presiden Inter (dahulu), Steven Zhang, sehingga saya mengira itu lelucon," sambungnya.