Penyanyi muda Betrand Peto menanggapi perseteruan terkait hak kepemilikan tempat tinggal antara Ruben Onsu dan Sarwendah dalam sebuah wawancara pada Senin, 1 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Suara.
Remaja yang akrab disapa Onyo tersebut menyampaikan pandangannya dari sudut pandang seorang anak laki-laki melalui kanal YouTube Reyben Entertainment demi ketenangan sang ibu.
"Aku bilang sebagai anak cowoknya Bunda aku cuma mau sampein untuk sebagai anak cowok ya mungkin ini banyak yang suka atau enggak suka aku cuman menyampaikan dari hatiku," kata Betrand Peto.
Masalah hunian yang kini ditempati oleh Sarwendah bersama anak-anaknya tersebut didorong oleh Betrand agar segera mendapat solusi nyata dari pasangan baru ibunya.
"Aku cuma bilang untuk pasangannya Bunda, aku sebagai anak cowoknya Bunda mau ngomong kalau misalkan biar enggak ada permasalahan lagi tentang rumah ini, saranin untuk bikin rumah buat Bunda," ujar Betrand Peto.
Langkah pendirian bangunan baru tersebut dinilai dapat memberikan kenyamanan bagi Sarwendah sekaligus menghentikan perdebatan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
"Bikin rumah untuk Bunda biar bundanya juga nyaman. Biar enggak ada perdebatan lagi tentang masalah rumah. Coba bikin rumah buat Bunda dan juga biar bundanya juga senang kan gitu," lanjut Betrand Peto.
Betrand menegaskan bahwa dirinya memahami betul sejarah dan proses pembangunan tempat tinggal yang saat ini dipersoalkan karena terlibat sejak awal.
"Because kan tahu dari awal pembangunan rumah ini aku juga ngikut kan gitu. Aku juga ngikut ini aku paham siapa yang bangun rumah ini gitu," jelas Betrand Peto.
Keterlibatan emosional dan fakta bahwa aset tersebut berkaitan erat dengan Ruben Onsu menjadi alasan utama munculnya saran pemisahan fasilitas tempat tinggal tersebut.
"Aku cuma ngomong kayak tadi aku pesanin, mendingan sebagai pasangannya Bunda, bikin rumah baru untuk Bunda biar enggak ada permasalahan lagi tentang rumah. Juga itu kan rumah Ayah," kata Betrand Peto.
Selain memberikan saran pemisahan rumah, Betrand juga meminta pihak luar maupun keluarga untuk tidak mengintervensi urusan domestik orang tua angkatnya.
"Dan aku mohon untuk orang-orang siapapun itu yang lagi sama Bunda jangan ikut campur untuk permasalahan rumah tangga. Aku pun sebagai anaknya enggak ikut campur gitu," ujar Betrand Peto.
Penyelesaian konflik secara damai menjadi harapan akhir dari remaja tersebut agar polemik kepemilikan aset tidak terus berlarut-larut.
"Semoga bisa kelar ini permasalahannya dan juga balik lagi jangan ikut campur maupun itu saudara kandung atau apapun jangan ikut campur karena aku pun aku tahu aku bukan anak kandungnya Bunda, aku juga bukan anak kandungnya Ayah tapi aku sebagai anak yang sudah tahu kisahnya," tutup Betrand Peto.