Penyanyi pemenang Grammy, Billie Eilish, menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan prosedur operasi plastik di masa depan saat berbicara dalam podcast 'Good Hang with Amy Poehler' pada Selasa (5/5/2026). Keputusan ini diambil karena ia ingin menghargai setiap perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Sebagaimana dilansir dari Wolipop, Eilish merefleksikan bagaimana persepsinya terhadap diri sendiri telah berkembang pesat sejak masa remaja. Penyanyi berusia 24 tahun tersebut kini memilih untuk merangkul proses penuaan secara alami daripada melakukan intervensi kosmetik.
"Aku tidak pernah berpikir suatu hari nanti aku tidak lagi jadi remaja," ujar Billie Eilish.
Pernyataan tersebut merujuk pada pemikirannya di masa lalu saat ia merasa identitas fisiknya akan tetap sama selamanya. Namun, pengalaman hidup membawa perspektif baru bagi pelantun lagu "Ocean Eyes" tersebut.
"Waktu umurku 17 tahun, aku merasa, 'Oke, ini aku selamanya.' Tapi ternyata tidak seperti itu," lanjut Billie Eilish.
Eilish kini menyatakan bahwa dirinya sangat menantikan transformasi fisik yang akan dialaminya di masa depan. Ia menegaskan keinginan untuk membiarkan wajah dan tubuhnya berubah tanpa campur tangan medis.
"Aku sangat menantikan proses menua. Aku ingin wajahku menua, tubuhku menua, tanpa harus mengubahnya," kata Billie Eilish.
Alasan lain di balik keputusan tersebut berkaitan dengan keinginannya untuk memiliki keturunan. Eilish mengungkapkan kekhawatiran mengenai tren prosedur kosmetik yang dapat menghilangkan kemiripan fisik antara orang tua dan anak.
"Aku ingin anak-anakku melihat wajahku dan merasa itu mirip dengan mereka, bukan versi yang sudah diubah atau 'rusak' seperti yang banyak terjadi sekarang," ungkap Billie Eilish.
Keinginan untuk menjadi seorang ibu memang sudah lama tertanam dalam diri Eilish. Hal ini selaras dengan pernyataannya dalam wawancara bersama The Sunday Times empat tahun silam yang menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua baginya.
"Aku lebih baik mati daripada tidak punya anak," kata Billie Eilish saat itu.
Meski memiliki keinginan kuat, Eilish tidak menampik adanya kekhawatiran mengenai dinamika hubungan dengan anak di masa depan. Ia memikirkan tantangan dalam memberikan pengarahan kepada generasi mendatang.
"Semakin dewasa, semakin banyak pengalaman yang aku rasakan. Kadang aku berpikir, bagaimana kalau nanti anakku menganggap sesuatu itu benar, padahal menurutku tidak-dan mereka tidak mau mendengarkan?" tutup Billie Eilish.