Bioskop Trans TV Menayangkan Film Death Wish Sinopsis Kisahkan Aksi Balas Dendam Dokter Bedah

Bioskop Trans TV Menayangkan Film Death Wish Sinopsis Kisahkan Aksi Balas Dendam Dokter Bedah

Bioskop Trans TV menjadwalkan penayangan film "Death Wish" pada Minggu, 7 Juni 2026. Sinema bergenre drama-kriminal ini dapat disaksikan oleh penonton mulai pukul 22.15 WIB.

Seperti dilansir dari Wolipop, karya sutradara Eli Roth ini pertama kali rilis pada tahun 2018. Sebelum menggarap sinema ini, Roth dikenal melalui sejumlah karya lain seperti "Knock Knock" (2015), "Hostel" (2005), dan "Cabin Fever" (2002).

Aktor kawakan Bruce Willis hadir sebagai pemeran utama dalam film ini. Selain itu, jajaran pemain juga diperkuat oleh penampilan dari Vincent D'Onofrio, Elisabeth Shue, dan Dean Norris.

Proyek layar lebar ini menghabiskan anggaran produksi hingga US$ 30 juta dan berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 49,5 juta. Berdasarkan data dari situs IMDb, film tersebut memperoleh rating sebesar 6,3 bintang.

Alur cerita dalam sinema ini mengadaptasi sebuah novel tahun 1972 dengan judul serupa yang ditulis oleh Brian Garfield. Kisahnya berfokus pada kehidupan seorang dokter bedah bernama Paul Karsey yang diperankan oleh Bruce Willis.

Paul menjalani profesinya di sebuah rumah sakit yang terletak di kawasan pinggiran kota Chicago, Amerika Serikat. Ia menjalani kehidupan yang tenang bersama istrinya, Lucy (Elisabeth Shue), dan anak perempuan mereka, Jordan (Camila Morrone).

Ketenteraman keluarga ini terusik ketika sekelompok kriminal berniat merampok kediaman mereka. Komplotan tersebut beraksi setelah mengetahui rencana perjalanan jauh yang akan dilakukan oleh keluarga Paul.

Namun, rencana kepergian Paul mendadak batal karena ada panggilan tugas mendesak dari rumah sakit. Ia terpaksa meninggalkan anak dan istrinya di rumah demi menyelesaikan urusan medis tersebut.

Komplotan perampok bersenjata itu tetap merangsek masuk ke dalam rumah saat Paul tidak ada. Perlawanan yang diberikan oleh Lucy berakhir tragis setelah dirinya tewas tertembak, sementara Jordan mengalami luka parah hingga jatuh koma.

Tragedi ini memukul perasaan Paul secara mendalam hingga memicu rasa bersalah yang besar. Kondisi psikologisnya kian memburuk setelah pihak kepolisian gagal mengungkap identitas para pelaku selama berbulan-bulan.

Kekecewaan terhadap kinerja aparat hukum mendorong Paul untuk mengambil tindakan sendiri. Ia memutuskan bergerak secara mandiri guna memburu komplotan penjahat yang telah merusak kebahagiaan keluarganya.

Berbekal sebilah pistol dan jaket hoodie untuk menyamarkan wajah, Paul mulai menyisir jalanan. Aksi main hakim sendiri dalam memberantas kejahatan ini kemudian memicu kegemparan di seluruh penjuru kota.

Artikel terkait

Rekomendasi