Bioskop Trans TV dijadwalkan menayangkan film Rampage pada Kamis, 28 Mei 2026 pukul 20.00 WIB. Film bergenre aksi ini diadaptasi dari video game klasik era 80-an dengan arahan sutradara Brad Peyton, seperti diberitakan oleh Suara.
Kisah film ini berfokus pada karakter Davis Okoye yang diperankan oleh Dwayne Johnson. Karakter tersebut merupakan seorang ahli primata yang memiliki kedekatan emosional kuat dengan George, seekor gorila albino cerdas hasil penyelamatan dari pemburu liar.
Konflik utama muncul saat sebuah eksperimen genetik ilegal dari korporasi Energyne jatuh dari luar angkasa. Eksperimen tersebut melepaskan patogen berbahaya yang menginfeksi George serta dua hewan liar lainnya, yaitu seekor serigala bernama Ralph dan buaya bernama Lizzie.
Infeksi patogen menyebabkan ketiga binatang tersebut bermutasi menjadi monster raksasa dengan tingkat agresi yang sangat tinggi. Perubahan ukuran dan sifat agresif ini mengancam keselamatan wilayah perkotaan dari kehancuran total.
Guna mengatasi krisis tersebut, Davis Okoye bekerja sama dengan seorang ahli genetika bernama Dr. Kate Caldwell yang diperankan oleh Naomi Harris. Keduanya harus berpacu dengan waktu untuk menemukan penawar racun demi menghentikan amukan ketiga makhluk mutan sebelum meluluhlantakkan kota Chicago.
Dwayne Johnson kembali menampilkan karisma yang kuat dalam membangun hubungan emosional dengan karakter gorila CGI. Interaksinya dengan George yang diperankan melalui teknologi motion capture oleh Jason Liles menjadi salah satu elemen penting dalam menghidupkan suasana film.
Karakter pendukung lain turut memperkuat jajaran pemain, seperti Naomi Harris yang memberikan keseimbangan lewat peran intelektualnya. Selain itu, ada Malin Akerman sebagai Claire Wyden, CEO Energyne yang manipulatif, serta Jeffrey Dean Morgan sebagai agen pemerintah bernama Harvey Russell yang tampil dengan gaya koboi modern.
Dari segi estetika visual, film ini menyajikan detail grafis yang solid, mulai dari tekstur bulu George hingga visualisasi runtuhnya gedung-gedung tinggi di Chicago. Pertempuran tiga arah pada bagian akhir film menjadi puncak aksi yang dirancang untuk memuaskan para penggemar genre monster raksasa.
Meskipun memiliki keunggulan pada aspek visual dan hiburan, alur cerita yang ditawarkan cenderung mengikuti formula konvensional sehingga plotnya menjadi mudah diprediksi. Landasan logika ilmiah dalam film ini juga dikesampingkan demi mengutamakan elemen aksi berskala besar sepanjang durasi tayang.