Klub raksasa Argentina Boca Juniors kini menghadapi ancaman serius dalam persaingan Grup 4 Copa Libertadores 2026 setelah menelan kekalahan krusial dari Barcelona SC di Stadion Monumental, Ekuador. Kegagalan meraih poin ini diperparah dengan krisis kedisiplinan pemain dan badai cedera yang menimpa penjaga gawang utama mereka menjelang laga penentuan.
Analisis dari media Ole menyoroti hilangnya keseimbangan tim asuhan Claudio Ubeda setelah Santiago Ascacibar menerima kartu merah akibat tendangan ke arah kepala Milton Celiz. Insiden ini dianggap sebagai pengulangan masalah kontrol emosi tim yang sebelumnya juga kehilangan Bareiro karena pengusiran wasit pada pertandingan lain.
Kekalahan dari Barcelona SC juga disebabkan oleh buruknya koordinasi pertahanan saat menghadapi serangan balik yang berujung pada gol tunggal Villalba. Gol tersebut bermula dari kesalahan sapuan Milton Delgado setelah tendangan sudut Leandro Paredes, yang membuat lini belakang Xeneize terbuka lebar dalam situasi transisi.
Pelatih Boca Juniors memberikan pembelaan terkait proses terjadinya gol yang merugikan timnya tersebut dalam konferensi pers pascapertandingan.
"Ubeda justified que fue luego de un error no forzado (de Milton Delgado), pero claramente el equipo estaba descompensado y jugado por demás, de hecho el ex San Lorenzo definió solo para el gol del triunfo" tulis laporan Ole.
Krisis di posisi penjaga gawang menjadi kekhawatiran tambahan setelah Leandro Brey terlihat meninggalkan stadion menggunakan kruk dan berjalan dengan kesulitan. Dengan absennya Marchesin hingga akhir tahun, Boca terpaksa menurunkan kiper veteran Javier Garcia yang sudah tidak bermain selama dua tahun terakhir.
Posisi Boca Juniors di klasemen kini tidak lagi nyaman karena mereka harus menyapu bersih dua laga kandang tersisa melawan Cruzeiro pada 19 Mei dan Universidad Catolica pada 28 Mei. Selain beban di kompetisi kontinental, jadwal padat di liga domestik memaksa manajemen tim untuk segera menentukan prioritas guna menjaga peluang juara di kedua kompetisi.