Klub sepak bola Norwegia Bodo/Glimt berhasil mengakhiri penantian selama 33 tahun dengan menjuarai Piala Norwegia pada 10 Mei, sekaligus memulai proyek pembangunan stadion baru bernama Arctic Arena.
Kemenangan bersejarah tersebut diraih setelah Bodo/Glimt menumbangkan SK Brann melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-2, menyusul hasil imbang 3-3 selama 120 menit jalannya pertandingan final.
Ola Brynhildsen dan Andreas Helmersen menyumbang gol untuk kemenangan Bodo/Glimt dalam laga krusial itu, ditambah satu gol bunuh diri dari pemain lawan, serta performa gemilang kiper Nikita Haikin.
Pencapaian ini menjadi gelar piala nasional ketiga sepanjang sejarah klub asal Norwegia utara tersebut, setelah sebelumnya mereka sukses mengangkat trofi serupa pada tahun 1975 dan 1993.
Prestasi domestik ini melengkapi sepak terjang impresif Bodo/Glimt di panggung Eropa setelah mereka berhasil menembus babak 16 besar Liga Champions UEFA untuk musim 2025/2026.
Dalam perjalanannya di Liga Champions, tim asuhan Norwegia utara ini menarik perhatian publik setelah menumbangkan deretan klub raksasa Eropa seperti Manchester City, Atletico Madrid, dan Inter Milan.
Langkah mengejutkan Bodo/Glimt di kompetisi tertinggi Eropa tersebut akhirnya terhenti di tangan Sporting Lisbon, yang unggul agregat gol setelah membalikkan keadaan dengan kemenangan 5-0 di leg kedua.
Seiring dengan kesuksesan di lapangan, manajemen klub kini resmi mengalihkan fokus pada peningkatan infrastruktur dengan mendirikan stadion baru yang dirancang untuk memenuhi standar internasional UEFA.
Fasilitas modern dengan kapasitas 10.000 penonton tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2027 dan diproyeksikan menjadi markas baru guna mendongkrak daya saing klub di level tertinggi.
"Pembangunan arena baru ini merupakan langkah besar bagi klub dan akan membantu meningkatkan popularitas sepak bola di Norwegia utara," kata CEO Bodo Glimt, Frode Thomassen.
Di kompetisi domestik Norwegian Eliteserien, Bodo/Glimt saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan mengantongi total 17 poin dari hasil lima kemenangan, dua kali imbang, dan dua kekalahan.