Sejumlah aktivis menyerukan boikot terhadap perhelatan mode prestisius Met Gala 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Metropolitan Museum of Art, New York City, pada Senin, 4 Mei 2026. Aksi ini mencuat setelah pendiri Amazon, Jeff Bezos, bersama istrinya, Lauren Sánchez Bezos, resmi menjadi penyokong dana utama acara tersebut.
Gelombang penolakan ini ditandai dengan pemasangan berbagai poster di sekitar lokasi museum oleh kelompok aktivis gerilya. Dilansir dari Wolipop, Bezos menyumbang dana sekitar US$ 10 juta atau setara Rp 175 miliar untuk menyokong Costume Institute yang merupakan divisi pameran busana di museum tersebut.
Keterlibatan miliarder teknologi tersebut dinilai oleh para kritikus sebagai upaya untuk membeli pengaruh dalam industri mode global. Beberapa poster yang tersebar memuat pesan kritis mengenai kaitan Amazon dengan isu ketenagakerjaan dan kebijakan deportasi di Amerika Serikat.
Aksi kampanye bertajuk anti-miliarder ini diorganisir oleh Everyone Hates Elon, sebuah kelompok aktivis politik asal Inggris. Dalam keterangannya, kelompok yang telah mengumpulkan dana kampanye sebesar US$ 13.000 ini mengkritik dugaan eksploitasi pekerja yang terjadi di pusat pemenuhan pesanan milik Amazon.
Pihak penyelenggara Met Gala memberikan respons terkait masuknya dana dari pasangan Bezos tersebut. Anna Wintour, direktur editorial global Vogue sekaligus pengorganisir acara, memberikan pembelaan terhadap keterlibatan Lauren Sánchez Bezos dalam wawancara bersama CNN.
"Kami sangat berterima kasih atas kemurahan hatinya. Ia mencintai kostum dan mode, jadi kami senang ia menjadi bagian dari acara ini," ujar Wintour.
Selain Bezos, dukungan finansial untuk gelaran tahun ini juga datang dari perusahaan media Condé Nast serta rumah mode internasional Saint Laurent. Dukungan ini menjadi dasar terselenggaranya pameran bertajuk 'Costume Art' yang dikurasi oleh Andrew Bolton.
Andrew Bolton menjelaskan bahwa tema pameran tahun ini akan mengeksplorasi secara mendalam mengenai peran tubuh yang berpakaian dalam seluruh koleksi museum. Fokus utama dari pameran ini adalah melihat bagaimana busana dapat menjadi benang merah narasi di berbagai galeri yang ada.
Met Gala 2026 dipastikan akan tetap diramaikan oleh jajaran selebriti papan atas dunia. Sejumlah nama seperti Beyoncé, Nicole Kidman, hingga Venus Williams telah ditunjuk untuk mengemban tugas sebagai co-chair dalam acara pembukaan pameran tersebut.