Prestasi luar biasa ditorehkan oleh Bojan Hodak sebagai juru taktik Persib Bandung. Juru strategi asal Kroasia tersebut berhasil mengamankan gelar ganda berupa trofi juara kompetisi sekaligus penghargaan sebagai pelatih terbaik sebanyak tiga kali berturut-turut.
Keberhasilan skuad Pangeran Biru mengunci takhta juara Super League 2025/26 menjadi piala ketiga secara beruntun yang dipersembahkan oleh sang arsitek tim. Raihan impresif ini kian lengkap setelah namanya dinobatkan sebagai pelatih terbaik oleh pihak I.League.
Dikutip dari Detik Sport, pembuktian kualitas mantan pelatih Johor Darul Takzim di Liga Super Malaysia ini memang konsisten. Pada dua musim sebelumnya saat membawa klub kebanggaan Jawa Barat ini bertengger di podium tertinggi, ia selalu terpilih menyandang predikat pelatih terbaik.
Sang pelatih sendiri merasa dinamika musim ini jauh lebih menantang dibandingkan periode sebelumnya. Ia menyebut unsur keberuntungan turut menyertai langkah timnya dalam mempertahankan mahkota juara.
"Ya ada banyak keberuntungan, banyak keberuntungan. Lihat, tiga musim berturut-turut, musim ini menjadi yang lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain," kata Bojan Hodak.
Langkah Persib mempertahankan stabilitas permainan pada musim ini terbilang berat karena adanya eksodus besar-besaran. Manajemen harus menghadapi kenyataan bahwa seluruh pilar legiun asing mereka memutuskan untuk hengkang ke klub lain.
Kondisi tersebut memaksa sang nakhoda melakukan perombakan total pada komposisi tim. Langkah strategis diambil dengan mendaratkan 11 penggawa asing baru demi menjaga kedalaman skuad agar tetap kompetitif di jalur juara.
"Pada dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim yang sama. Hanya ada perubahan beberapa pemain. Di musim ini, ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit," ujar Bojan.