Kursi pelatih kepala Persib Bandung resmi ditinggalkan oleh Bojan Hodak setelah dirinya sukses membawa tim berjuluk Maung Bandung tersebut merengkuh trofi juara kompetisi Super League musim 2025/2026.
Seperti dilansir dari Suara, juru taktik berkebangsaan Kroasia tersebut tidak sepenuhnya meninggalkan klub karena langsung mengemban tanggung jawab baru di jajaran manajemen internal.
Ikatan kerja Bojan Hodak sebagai pelatih kepala secara resmi telah selesai pada tanggal 31 Mei 2026, yang juga bertepatan dengan momentum berakhirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Pihak manajemen Persib Bandung mengumumkan secara resmi bahwa pria yang kini berusia 55 tahun tersebut beralih tugas menjadi Shareholder Group Technical Advisor untuk merancang strategi jangka panjang klub.
"Setelah sukses membawa Persib mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, Bojan Hodak akan mengosongkan kursi pelatih kepala dan kini akan menjalani peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor dan turut membantu melanjutkan warisan kesuksesan untuk masa yang akan datang," tulis Persib melalui akun Instagram resmi.
Mantan pelatih JDT tersebut memilih untuk menyudahi aktivitas taktisnya di pinggir lapangan demi mengambil tanggung jawab yang lebih luas dalam ranah pengembangan struktural klub sepak bola asal Jawa Barat tersebut.
Jabatan baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor ini mematok fungsi krusial sebagai penghubung komunikasi antara para pemegang saham dengan skuad tim, sekaligus mematangkan visi strategis masa depan tim.