Bojan Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Persib Bandung demi Istirahat

Bojan Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Persib Bandung demi Istirahat

Pelatih kepala Bojan Hodak memutuskan untuk meninggalkan jabatannya di Persib Bandung setelah membawa klub meraih gelar juara tiga kali berturut-turut. Keputusan pengunduran diri pria asal Kroasia tersebut disebabkan oleh faktor kelelahan akibat tekanan pekerjaan yang tinggi, seperti dilansir dari Detik Sport.

Klub berjuluk Pangeran Biru telah mengonfirmasi kepergian sang pelatih tidak lama setelah perayaan gelar juara mereka yang ketiga. Manajemen tim kini resmi menunjuk asisten pelatih Igor Tolic untuk naik jabatan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Hodak.

Pengunduran diri ini mengejutkan publik sepak bola nasional mengingat kontribusi besar Hodak dalam mempersembahkan tiga trofi beruntun. Melalui laman resmi Persib, mantan pelatih Kuala Lumpur City FC itu akhirnya memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan pribadinya.

"Saya masih butuh sedikit istirahat karena alasan pribadi. Tapi, saya akan tetap berada di sekitar sini," kata Bojan Hodak, Mantan Pelatih Persib Bandung.

Pria berusia 55 tahun tersebut menegaskan bahwa hubungan baiknya dengan manajemen Maung Bandung akan tetap terjaga. Ia menyatakan kesediaannya untuk terus memberikan dukungan evaluasi terhadap performa tim ke depan.

"Dan saya siap membantu memberikan saran atau masukkan kapan pun manajemen membutuhkan sesuatu, terutama pada aspek-aspek yang masih bisa ditingkatkan," kata Bojan Hodak menambahkan.

Hodak juga meminta para pendukung setia Persib, Bobotoh, untuk tidak mengkhawatirkan masa depan klub kesayangan mereka. Ia memprediksi suksesornya akan menghadapi tantangan berat karena ekspektasi tinggi serta motivasi ekstra dari tim lawan untuk mengalahkan sang juara bertahan.

"Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya," ucap Bojan Hodak, Mantan Pelatih Persib Bandung.

Menurutnya, struktur dan nama besar Persib Bandung jauh lebih penting daripada peran individu mana pun di dalam tim. Mantan juru taktik PSM Makassar ini optimistis bahwa roda organisasi klub akan selalu berjalan secara konsisten.

Artikel terkait

Rekomendasi