Klub asal Bolivia, Bolívar, memperebutkan kesempatan terakhir untuk melaju ke babak 16 besar Copa Libertadores melawan Independiente Rivadavia asal Argentina pada Rabu malam waktu setempat di Stadion Ramon Tahuichi Aguilera, Santa Cruz.
Pertandingan penutup Grup C ini dipindahkan dari La Paz ke Santa Cruz yang berada di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut akibat konflik sosial dan aksi pemblokiran jalan yang sedang terjadi di Bolivia.
Laga ini juga menjadi momen perdana bagi pelatih anyar Bolívar asal Kolombia, Alejandro Restrepo, setelah sebelumnya tim sempat dipimpin oleh pelatih interim Vladimir Soria dan Ronald Arana.
Saat ini Bolívar menduduki peringkat kedua Grup C dengan koleksi lima poin, setara dengan Fluminense di posisi ketiga namun unggul selisih gol, sehingga membutuhkan kemenangan atau hasil imbang sembari memantau laga antara Fluminense melawan Deportivo La Guaira.
Penjaga gawang Bolívar mengakui adanya perubahan kondisi karena timnya tidak dapat memanfaatkan keuntungan faktor ketinggian geografi kota La Paz dalam laga krusial ini.
"fuertes"
kata Carlos Lampe, Penjaga Gawang Bolívar.Lampe menambahkan bahwa tim akan tetap bermain maksimal tanpa mencari alasan dan berusaha membuat atmosfer pertandingan terasa seperti di kandang sendiri.
Manajemen Bolívar melaporkan dukungan masif dari para pendukung yang melakukan aksi bentangan bendera di luar hotel tempat tim menginap serta tingginya permintaan tiket pertandingan.
Berdasarkan laporan awal klub akademisi tersebut, lebih dari 12.000 tiket telah habis terjual, dan pihak manajemen mengharapkan kehadiran penonton dalam jumlah besar untuk memenuhi tribune Stadion Tahuichi Aguilera.
Di sisi lain, Independiente Rivadavia yang dilatih oleh Alfredo Berti datang sebagai pemimpin klasemen grup dengan 13 poin dan mengusung misi mempertahankan rekor tidak terkalahkan setelah sebelumnya menang 4-2 atas Deportivo La Guaira pada 22 Mei 2026.
Tim tamu dipastikan tampil tanpa pencetak gol terbanyak mereka asal Paraguay, Alex Arce, yang telah mengoleksi delapan gol di kompetisi ini karena mendapat panggilan memperkuat tim nasional Paraguay dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026.
Pertandingan pamungkas fase grup ini dijadwalkan dipimpin oleh wasit Guillermo Guerrero asal Ekuador dengan bantuan Gabriel Gonzalez di ruang kendali asisten wasit video (VAR).