Grup idola BTS melayangkan kritik keras terhadap para pemilik akomodasi di Busan yang diduga menaikkan tarif penginapan secara berlebihan menjelang gelaran konser tur dunia mereka pada pertengahan Juni mendatang.
Kekesalan terkait lonjakan harga hotel dan penginapan tersebut disampaikan langsung oleh RM selaku pemimpin BTS dalam sebuah siaran langsung di platform penggemar Weverse pada Rabu, 27 Mei 2027, sebagaimana dilansir dari Medcom yang mengutip dari The Korea Times.
"Banyak sekali berita soal akomodasi. Rasanya tidak enak melihatnya," kata RM, leader BTS.
Meskipun memahami adanya fluktuasi harga antara musim ramai dan sepi, pelantun lagu hit SWIM tersebut meminta para pelaku usaha setempat untuk tidak menetapkan tarif yang melampaui batas wajar. Penegasan tersebut bahkan disampaikan RM menggunakan dialek khas Busan saat memberikan teguran.
Suga dan Jimin yang merupakan personel asli Busan turut menyuarakan keprihatinan serupa karena keluarga mereka sendiri kesulitan mendapatkan kamar. Kedua anggota tersebut mempertanyakan kebijakan sepihak para pelaku usaha yang menetapkan tarif hingga berkali-kali lipat dari harga normal.
Komentar para personel BTS ini mengemuka seiring meningkatnya gelombang protes dari warganet dan penggemar yang menemukan kasus tarif kamar melonjak hingga ratusan ribu bahkan jutaan won per malam. Berdasarkan laporan, sejumlah oknum pemilik akomodasi juga dituding membatalkan reservasi lama secara sepihak demi menjual kembali kamar dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Praktik manipulasi tarif ini sekarang dalam pengawasan ketat lembaga pengawas pemerintah setempat. Survei Korea Consumer Agency pada Februari mencatat bahwa tarif penginapan di Busan selama pekan konser meningkat hingga 7,5 kali lipat dibandingkan dengan minggu sebelum dan sesudahnya.
Grup musik BTS sendiri dijadwalkan menggelar konser tur dunia bertajuk ARIRANG tersebut di Busan pada 12–13 Juni.