Bulgaria Raih Kemenangan Perdana dalam Eurovision Song Contest 2026

Bulgaria Raih Kemenangan Perdana dalam Eurovision Song Contest 2026

Penyanyi pop Dara berhasil membawa Bulgaria memenangkan Eurovision Song Contest ke-70 untuk pertama kalinya di Wiener Stadthalle, Vienna, Austria, pada Sabtu (16/5/2026). Kemenangan bersejarah lewat lagu berirama cepat "Bangaranga" ini diraih setelah mengumpulkan total 516 poin dari penilaian juri dan pilihan publik.

Perwakilan Bulgaria tersebut mengungguli Israel yang berada di posisi kedua dengan 343 poin dan Rumania di peringkat ketiga dengan 296 poin. Berdasarkan data resmi, Dara mengumpulkan 204 poin dari juri nasional dan 312 poin dari pemungutan suara elektronik publik, yang menempatkannya di posisi pertama pada kedua kategori tersebut.

Keberhasilan ini menjadi catatan penting bagi karier Dara di kancah internasional setelah sebelumnya sukses mencetak berbagai lagu hit nomor satu di Bulgaria. Di negara asalnya, penyanyi berusia 27 tahun ini juga dikenal luas sebagai pelatih dalam ajang pencarian bakat televisi The Voice of Bulgaria sejak tahun 2021.

Makna di balik judul lagu kemenangan tersebut merujuk pada istilah patois Jamaika yang berarti kekacauan atau keributan. Lirik lagu tersebut ditulis berdasarkan pengalaman pribadi sang penyanyi dalam mengatasi gangguan kecemasan serta ADHD yang didiagnosis pada tahun lalu.

"Bangaranga is something that everyone's got in themselves," jelas Dara, penyanyi Bulgaria.

Pihak Televisi Nasional Bulgaria langsung menindaklanjuti kemenangan ini dengan mengonfirmasi kesiapan mereka sebagai tuan rumah. Kompetisi Eurovision Song Contest untuk tahun depan dipastikan akan diselenggarakan di ibu kota Bulgaria, Sofia.

"It's the moment you choose to lead with love, not fear." lanjut Dara.

Setelah resmi dinobatkan sebagai pemenang dan menerima trofi, Dara kembali membawakan lagu andalannya tersebut di atas panggung utama. Suasana emosional terlihat saat ia memulai penampilannya dari kursi penonton sebelum akhirnya kembali bergabung dengan para penari latar.

“I want to thank everybody who felt the Bangaranga and felt connected to the force.” kata Dara saat berbicara di belakang panggung.

Kontras dengan kesuksesan Bulgaria, Inggris justru harus menerima hasil buruk setelah menempati posisi paling bawah pada papan klasemen akhir. Sam Battle, yang tampil menggunakan nama panggung Look Mum No Computer, hanya mampu mengumpulkan total satu poin sepanjang kompetisi.

Musisi yang populer melalui kanal YouTube penciptaan alat elektronik unik ini sempat mengomentari peluangnya sebelum kompetisi dimulai kepada Radio Times. Ia menyatakan tidak akan merasa kecewa jika gagal membawa pulang trofi kemenangan dalam debutnya tersebut.

"It would be nice to win, of course. I won't be horrified if I don't win. There are a lot of very good acts that we're playing with. I'm going for the experience, and regardless of the outcome, I'm going to try my hardest, be myself and have a lot of fun." kata Battle sebelum penampilannya.

Lagu bergenre musik sintesis yang dibawakan oleh perwakilan Inggris tersebut gagal memikat hati para juri maupun penonton di seluruh Eropa. Dalam pemungutan suara publik, musisi tersebut bahkan sama sekali tidak mendapatkan poin dari negara peserta lain.

"Marmite - you either love it or hate it" aku Battle mengenai lagu beraliran musik elektronik miliknya.

Meskipun meraih hasil yang mengecewakan, musisi asal Inggris tersebut tetap berusaha melihat sisi positif dari partisipasinya. Kegagalan ini menjadi kali ketiga bagi Inggris menempati peringkat terakhir dalam kompetisi tersebut sejak tahun 2020.

"I always say to expect nothing," kata Battle saat menyikapi hasil pemungutan suara.

Kekalahan telak perwakilan Inggris tersebut memancing komentar dari komentator televisi BBC One, Graham Norton, sesaat setelah hasil akhir diumumkan. Norton menilai sang musisi telah berusaha menampilkan performa terbaiknya di atas panggung acara.

"because if you expect nothing, you lose nothing". lanjut Battle.

Norton menambahkan bahwa lagu yang dibawakan perwakilan Inggris memang kurang mendapat respons positif dari para penonton. Penilaian tersebut disampaikan saat memandu jalannya siaran langsung babak final yang disaksikan jutaan pemirsa.

"He gave it his all," kata Graham Norton saat hasil pemungutan suara mulai terlihat jelas.

Selain hasil pemungutan suara, Norton juga sempat mengomentari gangguan teknis yang dialami oleh perwakilan dari Republik Ceko, Daniel Žižka. Masalah pada kamera menyebabkan gangguan visual pada tayangan video sehingga penampilan penyanyi tersebut sempat terputus.

"It just clearly didn't shine with the audiences across Europe." ujar Norton menambahkan.

Pihak penyelenggara menolak permintaan Daniel Žižka untuk mengulang penampilannya setelah insiden teknis tersebut terjadi. Penyelenggara menyatakan bahwa masalah minor pada kamera sama sekali tidak memengaruhi kualitas vokal maupun performa audio sang penyanyi.

"That did not happen at any of the rehearsals, the distorted picture," kata Graham Norton saat memandu siaran langsung di BBC One.

Norton menduga ada kelalaian teknis yang menyebabkan kamera terjatuh saat perekaman video berlangsung. Namun, jalannya kompetisi tetap dilanjutkan tanpa adanya pengulangan penampilan dari peserta asal Republik Ceko tersebut.

"I think the camera[man] fell, I'm not quite sure." lanjut Norton menjelaskan situasi di panggung.

Gelaran final tahun ini diikuti oleh 25 negara peserta, termasuk kembalinya Bulgaria, Moldova, dan Rumania ke dalam kompetisi. Namun, penyelenggaraan tahun ini diwarnai aksi boikot dari lima negara, yaitu Spanyol, Irlandia, Belanda, Slovenia, dan Islandia, sebagai protes atas keikutsertaan Israel di tengah konflik Gaza.

Aksi protes dari masyarakat juga sempat berlangsung di pusat kota Vienna menjelang dimulainya babak grand final. Meski penyanyi Israel, Noam Bettan, sempat mendapat cemoohan antipolitik pada babak semifinal, penampilannya membawakan lagu romantis "Michelle" di babak final berjalan tanpa gangguan keamanan.

Persaingan ketat di babak final mengubah peta prediksi awal yang sebelumnya menempatkan perwakilan Finlandia dan Australia sebagai unggulan utama. Berikut adalah daftar lengkap hasil perolehan poin final Eurovision Song Contest 2026:

Klasemen Akhir Eurovision Song Contest 2026
PeringkatNegaraArtisJudul LaguTotal Poin
1BulgariaDaraBangaranga516
2IsraelNoam BettanMichelle343
3RumaniaAlexandra CăpitănescuChoke Me296
4AustraliaDelta GoodremEclipse287
5ItaliaSal Da VinciPer Sempre281

Pertunjukan final dibuka dengan kilas balik penampilan pemenang tahun lalu, JJ, yang memenangkan trofi di Basel, Swiss. Kompetisi tahun ini kemudian resmi dimulai dengan penampilan pembuka dari Søren Torpegaard Lund yang mewakili Denmark.

Artikel terkait

Rekomendasi