Keluhan mengenai lonjakan harga kebutuhan pokok dan tarif listrik disampaikan oleh aktris Bunga Zainal melalui akun Threads pribadinya pada Sabtu, 30 Mei 2026. Unggahan tersebut mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya membagikan pengalaman langsung saat berbelanja di pasar tradisional, seperti dikutip dari Suara.
Istri dari produser film Sukhdev Singh ini mengaku terkejut dengan harga sejumlah komoditas dapur yang melonjak signifikan. Bunga Zainal mendapati harga bawang merah telah mencapai Rp80 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual seharga Rp30 ribu untuk ukuran seperempat kilogram.
"Bawang merah naik 1 kg Rp80 ribu tadi pagi ke pasar. Cabai rawit naik juga 1/4 Rp30 ribu, udah lah enggak makan pedas lagi," tulis Bunga Zainal dalam unggahannya.
Selain permasalahan harga pangan, perempuan berusia 39 tahun ini juga menyoroti kenaikan harga token listrik yang terus membumbung. Ia pun menyinggung nilai tukar dolar AS yang saat ini posisinya sudah hampir menyentuh angka Rp18 ribu.
Kritik tersebut kemudian meluas pada beberapa kebijakan serta agenda yang sedang berjalan. Bunga Zainal menuliskan sindiran yang mengarah pada wacana penerapan kurikulum bahasa Prancis hingga agenda perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden.
"Orang desa enggak pakai dollar. Pak presiden lagi ke Prancis. Anak-anak Indonesia suruh belajar bahasa Prancis," sambungnya lagi.
Kondisi pasar yang sepi pembeli turut memicu rasa prihatin sang aktris. Menurutnya, para pedagang di pasar tradisional kini ikut mengeluh karena barang dagangan mereka menjadi kurang diminati akibat seluruh harga yang mengalami kenaikan.
Merespons banyaknya tanggapan dari warganet, Bunga Zainal segera memberikan klarifikasi mengenai poin utama dari pernyataannya. Ia menyatakan bahwa aksi protes tersebut bukan didasari oleh masalah finansial pribadinya, melainkan bentuk empati terhadap masyarakat kelas bawah.
"Gue tuh di sini bukan ngeluh as pribadi! Egois rasanya kalau cuma mikirin diri sendiri tapi banyak orang susah yang terkena dampak. Gue sih di sini memposisikan sebagai orang-orang yang di bawah yang di mana mereka sudah sehari-hari hidup susah jadi makin susah karena semua naik," ungkapnya.
Hingga saat ini, unggahan di media sosial tersebut masih terus menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak pengguna internet yang menyetujui pendapatnya dan turut mengeluhkan berkurangnya nilai tukar uang Rp100 ribu saat dibelanjakan untuk bumbu dapur standar.