Kelompok diduga suporter PSM Makassar menyerang rombongan pemain dan ofisial Persib Bandung di Parepare pada Minggu (18/5/2026). Insiden penyerangan ini terjadi setelah tim tamu memetik kemenangan 2-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, seperti dilansir dari Kompas.
Manajemen tim memastikan tidak ada korban luka akibat tindakan kekerasan tersebut. Seluruh anggota tim Maung Bandung kini berada dalam perlindungan yang aman setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kepastian mengenai keselamatan seluruh anggota tim disampaikan langsung oleh manajemen klub melalui perwakilan mereka. Pihak klub segera melakukan tindakan pengamanan ketat pascainsiden demi mencegah hal yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah, kami memastikan seluruh pemain, tim pelatih, ofisial, dan rombongan Persib berada dalam kondisi aman, sehat, serta tidak mengalami cedera setelah pertandingan,” ucap Adhi Pratama, Head of Communication Persib pada Senin (18/5/2026), dikutip dari ANTARA.
Manajemen menegaskan bahwa perlindungan terhadap keselamatan personel menjadi hal yang paling utama. Koordinasi di tempat laga langsung diterapkan guna mengevakuasi rombongan ke tempat yang lebih kondusif.
“Oleh karena itu, langkah-langkah penyesuaian situasi di lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh pemain dan ofisial dapat kembali ke area yang aman dengan baik,” tutur Adhi Pratama.
Apresiasi juga diberikan kepada jajaran pengamanan yang sigap meredam suasana di area stadion. Pihak klub tetap menyuarakan pentingnya atmosfer sepak bola yang damai di tanah air.
“Kami percaya semangat sportivitas, saling menghormati, serta menjaga keamanan bersama merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin positif dan profesional,” tutur Adhi Pratama.
Pihak manajemen mengharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali demi kemajuan kompetisi domestik. Manajemen menginginkan iklim olahraga yang kondusif bagi semua pihak.
“Persib berharap sepak bola Indonesia terus tumbuh menjadi ruang persatuan, kebanggaan, dan inspirasi,” sambung Adhi Pratama.