Byeon Woo Seok dan IU Minta Maaf Terkait Kontroversi Perfect Crown

Byeon Woo Seok dan IU Minta Maaf Terkait Kontroversi Perfect Crown

Pemeran utama drama Korea Perfect Crown, Byeon Woo Seok dan IU, menyampaikan permintaan maaf terbuka menyusul munculnya gelombang kritik dari publik terkait dugaan distorsi sejarah dalam serial tersebut pada Senin (18/5), dilansir dari Medcom.

Kontroversi ini mencuat setelah penayangan adegan penobatan Pangeran Ian yang diperankan oleh Byeon Woo Seok sebagai raja baru, di mana rakyat meneriakkan kata Cheonse yang berarti seribu tahun, alih-alih Manse yang bermakna sepuluh ribu tahun sebagai lambang negara merdeka.

Selain masalah seruan tersebut, penonton juga mengkritik penggunaan mahkota guryumyeonryugwan yang identik dengan kekaisaran Tiongkok, padahal penguasa negara independen seharusnya mengenakan shipimyeonryugwan atau mahkota 12 untaian.

Aktor Byeon Woo Seok menyampaikan penyesalannya melalui sebuah surat tertulis yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya karena merasa kurang mempertimbangkan konteks sejarah saat proses syuting.

"Saya merefleksikan diri dan kembali menyadari sebagai seorang aktor bahwa saya harus mendekati pekerjaan saya dengan tanggung jawab yang lebih besar—bukan hanya soal akting, tetapi juga pesan dan konteks yang dibawa oleh sebuah karya," tulis Byeon Woo Seok, pemeran Pangeran Ian.

Melalui pesan tertulis tersebut, dirinya juga menyampaikan kekhawatiran jika penjelasannya justru akan menambah luka di hati masyarakat serta berjanji untuk lebih berhati-hati dalam memilih proyek drama di masa depan.

Langkah serupa juga diambil oleh IU yang memerankan tokoh Seong Hui Ju, di mana ia mengaku telah membaca seluruh komentar serta kritik yang masuk dari para penonton selama beberapa hari terakhir.

"Terkait berbagai masalah verifikasi sejarah dalam drama yang telah disoroti penonton, saya dengan tulus merenung dan meminta maaf karena menjalani proses akting tanpa memikirkannya lebih dalam," tulis IU, pemeran Seong Hui Ju.

Aktris tersebut menambahkan bahwa Perfect Crown sebenarnya merupakan karya yang memadukan unsur imajinasi dengan sejarah asli serta keindahan budaya tradisional Korea.

"Saya seharusnya membaca naskah dengan lebih teliti dan belajar lebih banyak sebagai seorang aktor, tetapi saya tidak melakukannya, dan saya merasa malu pada diri saya sendiri karena hal itu. Saya tidak memiliki kesadaran yang cukup terhadap isu tersebut sejak awal. Saya meminta maaf," kata IU.

Artikel terkait

Rekomendasi