Gelandang muda Calum Adamson bertekad mengantarkan Alloa Athletic meraih promosi ke kasta kedua Liga Skotlandia melalui babak play-off yang dimulai pada Selasa, 5 Mei 2026. Pemain pinjaman asal Rangers tersebut memandang kesuksesan bersama tim berjuluk The Wasps ini sebagai langkah krusial untuk menembus skuat utama di Ibrox Stadium.
Adamson menjadi sosok penting dalam perjalanan Alloa Athletic menembus zona play-off musim ini, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Airdrieonians di laga kandang. Pemain berusia 18 tahun tersebut menilai tekanan dalam pertandingan besar akan sangat berguna bagi perkembangan karier profesionalnya di masa depan.
"There’s a lot of pressure in their games and I think that's also going to stand me in really good stead, playing in games like that, to try and get ourselves up to the next league." ujar Adamson kepada Record Sport.
Gelandang tersebut menyatakan bahwa target tim sejak awal musim adalah mencapai posisi play-off demi menjaga peluang naik kasta.
"The aim was always to get to the play-off." kata Adamson.
Timnya telah berada di posisi papan atas hampir sepanjang musim sehingga pencapaian ini dianggap sebagai hasil kerja keras yang konsisten.
"We had been in those positions most of the season, so it was good to get there." klaim Adamson.
Ia kini memfokuskan seluruh energinya untuk memastikan Alloa Athletic berhasil menembus divisi Championship.
"Now we want to try and win promotion and to try and get Alloa into the Championship." tambah Adamson.
Pemain muda ini pun mengaku tidak sabar melihat hasil akhir dari perjuangan timnya di sisa kompetisi musim ini.
"We’ll see what happens at the tail end of the season in the coming games." tuturnya.
Meski sedang membela Alloa, Adamson tercatat sudah pernah masuk dalam daftar susunan pemain tim utama Rangers dalam laga melawan klub besar seperti Braga dan Hearts. Ia memiliki ambisi kuat untuk membuktikan kualitasnya agar bisa mendapatkan menit bermain reguler bersama klub raksasa Glasgow tersebut.
"My aim is to get playing for a Rangers football club and for me to be on the bench is something that I was over the moon with." klaim Adamson.
Ia memberikan apresiasi kepada jajaran pelatih Rangers yang telah memberikan kepercayaan kepadanya meski baru sebagai pemain cadangan.
"I was glad that the manager and the coaching staff could put that trust in me to put me in that situation in case I was needed." jelasnya.
Saat ini, Adamson mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya bermain secara kompetitif di level senior.
"I’m just enjoyed playing first-team football." tambahnya.
Dirinya pun siap bersikap sabar dan menempuh jalur peminjaman kembali jika hal itu dibutuhkan untuk kematangannya sebagai pemain.
"If I need to wait, if I need to get another loan, keep continuing and develop, then I will." ungkap Adamson.
Namun, impian terbesarnya tetaplah mengenakan seragam biru kebanggaan Rangers di lapangan hijau secepat mungkin.
"But for me, 100 per cent, I want to pull on a Rangers jersey as soon as possible." tegas Adamson.
Kehadiran Adamson di Alloa merupakan bagian dari perjanjian kerja sama antara Rangers dan Alloa Athletic, yang juga melibatkan pemain lain seperti Lewis Stewart, Josh Gentles, dan Callum Burnside. Adamson merasa keberadaan rekan-rekan setimnya dari Rangers sangat membantu proses adaptasi di lingkungan baru.
"It really helps, because you're coming in with boys you've already played with." klaim remaja 18 tahun tersebut.
Hubungan yang sudah terjalin di dalam maupun di luar lapangan membuat suasana di klub menjadi lebih cair bagi para pemain muda.
"You can link up with them on and off the park." lanjut Adamson.
Selain faktor teknis, kerja sama ini juga memudahkan urusan logistik harian para pemain selama masa peminjaman.
"It has also helped us settle at Alloa and we are also able to car share, so that is another added bonus." tambahnya.
Pengalaman bermain di Recreation Park diakui Adamson telah memberikannya motivasi tambahan yang luar biasa.
"I’m really enjoying it to be fair." imbuh Adamson.
Ia merasa transisi dari sepak bola usia muda ke level profesional adalah tantangan yang memang sangat ia butuhkan saat ini.
"It's something that I needed at this point in my career." jelasnya.
Baginya, atmosfer kompetisi senior memberikan tekanan yang jauh berbeda dibandingkan kompetisi junior yang ia jalani selama bertahun-tahun.
"I probably needed to get myself in about first team football because I've been in about youth football for years now." kata Adamson.
Perbedaan fisik menjadi aspek utama yang paling terasa ketika berhadapan dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman.
"It’s lot tougher and a lot different to youth football." aku Adamson.
Ia menyadari bahwa duel-duel di lapangan kini jauh lebih mengandalkan kekuatan fisik sebagaimana karakteristik sepak bola pria dewasa.
"It's obviously a lot more physical, as everybody says." tambahnya.
Bertanding melawan pemain profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi memberikan perspektif baru baginya.
"Just in terms of being with seasoned pros and people who have played the game, it's a lot more like men's football, as it sounds like anyway." jelas Adamson.
Sejauh ini, masa peminjamannya berjalan sesuai ekspektasi dan ia merasa telah menunjukkan performa yang cukup baik.
"It’s been everything that I've wanted it to be so far." tuturnya.
Meskipun jadwal pertandingan sangat berat, ia bersyukur mampu menjaga level permainannya tetap stabil.
"It's been tough. I've played well and it's gone well so far." klaim Adamson.
Sistem pinjaman kerja sama yang diperkenalkan oleh Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) musim ini memungkinkan Adamson tetap berlatih di dua tempat berbeda. Skema ini dirancang khusus untuk memberikan jam terbang lebih banyak kepada talenta muda tanpa memutus hubungan dengan klub induk.
"It’s a cooperation loan." konfirmasi Adamson.
Jadwal latihannya diatur sedemikian rupa agar ia bisa menyerap ilmu dari tim senior Alloa sekaligus tetap terpantau oleh pelatih Rangers.
"So I train with Alloa when they train and the other days I train with Rangers under-19s or the first-team." terangnya.
Adamson merasakan perbedaan intensitas yang signifikan saat berpartisipasi dalam sesi latihan skuat utama Rangers.
"It's a step up when you train with the first-team. It's another level which you would expect it to be." kata Adamson.
Kini, ia merasa sudah berada pada level kepercayaan diri yang tepat untuk bersaing dengan standar tinggi di klub asalnya.
"I feel as if I'm getting to a point now where I'm confident going around there and I can keep up with the standards." lanjutnya.
Selain kemajuan individu, Adamson juga memuji kepemimpinan manajer Alloa, Andy Graham, yang dianggapnya sangat berperan dalam perkembangannya.
"The gaffer is amazing." puji Adamson.
Ia bahkan tidak ragu menyebut Graham sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah menangani kariernya.
"He's one of the best coaches I've ever had, to be honest with you." klaimnya.
Standar tinggi yang diterapkan di klub, bahkan saat sesi latihan, membuat para pemain selalu terpacu untuk memberikan yang terbaik.
"They also drive a really high standard, even at training. The boys are on you." ungkap Adamson.
Mentalitas kemenangan menjadi poin penting yang ia pelajari selama membela The Wasps di setiap akhir pekan.
"There's no messing about and stuff like that and then on a weekend, it's all about three points, which that's also something that's been a wake-up." lanjutnya.
Menyadari tuntutan fisik di liga senior, Adamson telah melakukan persiapan khusus di pusat kebugaran sejak tahun lalu sebelum memulai masa pinjaman.
"I had an idea, a rough idea, that I'd be out on loan next year. So, well, last year, sorry." jelasnya.
Ia secara sadar meningkatkan massa otot agar tidak mudah kalah dalam perebutan bola di lapangan.
"I put a bit of weight on in the gym and I started to take that stuff a lot more serious because I knew that I couldn't really go out there and be a wee skinny guy and get shoved off the ball." papar Adamson.
Latihan beban pada bagian kaki dan tubuh bagian atas menjadi fokus utamanya demi menunjang performa fisik di liga yang keras.
"I’ve had to focus in the gym and do lot more, especially stuff with my legs and the upper body." tambahnya.
Hingga saat ini, Adamson telah menyumbangkan dua gol dan lima assist untuk Alloa, namun ia merasa masih perlu meningkatkan produktivitasnya.
"I need to get my numbers up." tegas pemain muda Rangers tersebut.
Ia menargetkan untuk terlibat dalam lebih banyak proses terjadinya gol di pertandingan-pertandingan mendatang.
"Looking to the future, I want to start to chipping in with more goals and assists." tambahnya.
Meskipun ingin menambah catatan statistik individu, Adamson tetap merasa puas dengan kontribusi permainannya secara menyeluruh bagi tim musim ini.
"I feel my all-round game has been good enough at Alloa." tutup Adamson.