Hubungan harmonis yang kerap ditampilkan Ratu Camilla dan Putri Catherine atau Kate Middleton di depan publik ternyata menyimpan cerita masa lalu yang mengejutkan. Dilansir dari Wolipop, sebuah buku biografi terbaru mengungkapkan bahwa Camilla awalnya tidak memberikan restu terhadap hubungan Kate dengan Pangeran William.
Penolakan tersebut tertuang dalam buku berjudul "Kate!" karya Christopher Andersen yang baru saja dirilis. Dalam catatan tersebut, Camilla menganggap Kate tidak cukup layak untuk bersanding dengan putra suaminya, Raja Charles III, pada pernikahan mereka di tahun 2011.
Faktor latar belakang keluarga menjadi alasan utama munculnya pandangan tersebut. Camilla menilai Kate, yang tidak memiliki darah bangsawan, berasal dari kalangan yang terlalu biasa untuk masuk ke dalam lingkaran dinasti kerajaan.
"Dia dianggap tidak memenuhi standar," tulis Andersen.
Menurut catatan Andersen, Kate yang pertama kali berjumpa dengan Pangeran William saat menempuh pendidikan di Universitas St Andrews, Skotlandia, dipandang sebelah mata oleh lingkaran elite tradisional istana. Orang-orang di sekitar istana, termasuk Camilla, merasa latar belakang keluarga Kate tidak merepresentasikan kelas atas yang pantas mendampingi calon raja.
Orang tua Kate, Carole Middleton dan Michael Middleton, diketahui merupakan mantan pegawai maskapai British Airways. Keduanya kemudian beralih profesi menjadi pengusaha sukses yang membangun bisnis perlengkapan pesta.
Camilla memegang prinsip bahwa seorang calon penguasa Inggris idealnya menikahi pasangan yang berasal dari trah kerajaan atau aristokrat. Berdasarkan klaim dalam buku tersebut, Camilla bahkan sempat memandang Carole Middleton sebagai figur yang oportunis.
Hingga saat ini, pihak perwakilan resmi dari Ratu Camilla maupun Kate Middleton belum memberikan tanggapan atau komentar resmi mengenai klaim yang beredar dalam buku tersebut.
Kendati sempat diterpa isu penolakan, hubungan Pangeran William dan Kate Middleton tetap berjalan kokoh. Keduanya resmi mengumumkan pertunangan pada Oktober 2010 sebelum akhirnya melaksanakan pernikahan agung pada April 2011.
Sebuah fakta menarik lain juga terungkap menjelang hari pernikahan mereka. Camilla bersama Raja Charles III dikabarkan sempat meminta Kate untuk mengubah inisial namanya dari huruf "C" menjadi "K" dengan tujuan menghindari bentrokan simbol dengan monogram kerajaan lain. Kendati demikian, rencana tersebut dibatalkan lantaran Pangeran William menyatakan ketidaksetujuannya.
Saat ini, pernikahan pasangan tersebut telah berjalan harmonis dan mereka telah dikaruniai tiga orang anak, yaitu Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis. Kate dinilai sukses membuktikan kemampuannya menjalankan peran sebagai anggota senior monarki Inggris tanpa cela, terlepas dari polemik latar belakang keluarganya di masa lalu.