Canon Perkenalkan Kamera Mirrorless Full Frame EOS R6 V

Canon Perkenalkan Kamera Mirrorless Full Frame EOS R6 V

Produsen kamera dan lensa asal Jepang, Canon, resmi memperkenalkan kamera mirrorless full frame terbaru mereka yang dijuluki Canon EOS R6 V. Seperti diberitakan oleh Tekno, perangkat ini hadir sebagai model teranyar di lini EOS V-series yang dirancang khusus untuk kreator video dan pembuat konten.

Berbeda dari seri EOS R pada umumnya, kamera ini tampil cukup unik karena tidak dibekali electronic viewfinder (EVF) alias jendela bidik elektronik. Kamera ini juga tidak memiliki mechanical shutter atau rana mekanis, sehingga seluruh proses pemotretan dan perekaman mengandalkan shutter elektronik.

Sebagai gantinya, produsen menyematkan layar sentuh vari-angle LCD 3 inci dengan resolusi 1,62 juta dot sebagai media utama untuk monitoring hasil kamera dan gambar. Perangkat ini juga dibekali sistem pendingin aktif berupa kipas internal agar bisa merekam video dalam durasi panjang tanpa mengalami overheating.

Pihak produsen mengklaim kamera dapat merekam lebih dari dua jam pada mode tertentu ketika kipas pendingin aktif digunakan. Namun, mereka mengingatkan suara kipas kemungkinan bisa tertangkap mikrofon saat proses perekaman berlangsung.

Untuk menangkap gambar, perangkat ini menggunakan sensor full frame CMOS 32,5 MP yang dipadukan dengan prosesor DIGIC X. Sensor ini sama seperti yang dipakai di kamera sinema Canon EOS C50 dan EOS R6 Mark III.

Kamera tersebut mampu merekam video hingga resolusi 7K secara internal dalam format RAW ke kartu CFexpress Type B, dengan resolusi maksimal mencapai 6960 x 4640 piksel. Seri EOS R6 V mendukung perekaman 7K RAW hingga 60 fps dalam mode Light RAW, serta 7K Open Gate 3:2 hingga 30 fps.

Selain itu, tersedia pula mode 4K oversampling hingga 60 fps, 4K 120 fps dengan audio, serta Full HD sampai 180 fps. Profil warna profesional seperti Canon Log 2, Canon Log 3, PQ, dan HLG juga disertakan untuk kebutuhan produksi video HDR.

Fitur Penstabil Gambar dan Autofokus

Perangkat ini dibekali fitur In-Body Image Stabilization (IBIS) atau penstabil gambar yang tertanam di dalam bodi dengan kemampuan hingga 7,5 stop. Fitur Movie Digital IS dengan mode Subject Tracking turut dihadirkan untuk menjaga subjek tetap stabil saat direkam.

Di sektor autofokus, kamera ini memakai Dual Pixel CMOS AF II dengan dukungan deteksi manusia, hewan, hingga kendaraan seperti mobil, motor, pesawat, dan kereta. Sejumlah fitur ala kamera sinema juga ditambahkan, seperti waveform monitor, false color, zebra pattern, focus peaking, hingga mode anti-flicker untuk pencahayaan LED.

Secara desain, produk ini memiliki sejumlah tombol khusus video seperti tombol rekam di bagian depan, tally lamp, serta tuas power zoom di bodi atas. Kamera ini juga mendukung pemasangan tripod secara vertikal langsung dari bodi untuk memudahkan pembuatan konten portrait media sosial.

Perangkat ini memiliki dua slot kartu memori yang terdiri dari CFexpress Type B dan SD UHS-II. Bobotnya berkisar di angka 688 gram termasuk baterai dan kartu memori di dalamnya.

Harga dan Kehadiran Lensa Baru

Di pasar global, kamera ini dijual dengan harga 2.499 dollar AS atau sekitar Rp 44 juta. Sementara paket bundling bersama lensa RF20-50mm F4 L IS USM PZ ditawarkan seharga 3.699 dollar AS atau sekitar Rp 65 juta.

Bersamaan dengan kamera baru tersebut, diperkenalkan pula lensa Canon RF20-50mm F4 L IS USM PZ. Komponen ini menjadi lensa seri L pertama yang memiliki fitur power zoom bawaan tanpa aksesori tambahan.

Rentang focal length 20-50 mm dengan bukaan konstan f/4 ditujukan untuk kebutuhan video dan penggunaan gimbal. Lensa tersebut memiliki optical image stabilization hingga 6 stop, atau 8 stop bila dipadukan dengan kamera yang mendukung IBIS. Kamera dan lensa ini dijadwalkan mulai tersedia pada akhir Juni 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi