Keputusan mengejutkan diambil pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, menjelang gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Arsitek asal Italia tersebut resmi mencoret nama penyerang Chelsea, Joao Pedro, dari daftar skuad Selecao.
Langkah Carlo Ancelotti ini memicu sorotan publik sepak bola, seperti dilansir dari Suara. Joao Pedro didepak dari tim nasional meskipun sang striker berhasil mengemas 23 gol impresif sepanjang musim 2025/2026.
Sebagai gantinya, Carlo Ancelotti justru memasukkan nama Neymar ke dalam komposisi tim. Keputusan memanggil Neymar dinilai berisiko mengingat pemain Santos tersebut masih dibayangi oleh masalah kebugaran fisik.
Momen pengumuman skuad tersebut disaksikan langsung oleh Joao Pedro bersama keluarga dan kerabatnya di Ribeirao Preto. Sebanyak lebih dari 15 orang berkumpul mengenakan jersey Brasil, Chelsea, hingga Watford sembari menggelar pesta barbeque.
Harapan besar keluarga agar pemain berusia 24 tahun itu tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berubah menjadi kekecewaan mendalam. Kendati demikian, kerabat dan sahabat sang pemain menegaskan tetap memberikan dukungan penuh untuk timnas Brasil.
Sesaat setelah pengumuman resmi dirilis, Joao Pedro meluapkan isi hatinya melalui sebuah unggahan di media sosial Instagram. Penyerang yang diboyong Chelsea dari Brighton & Hove Albion senilai 55 juta poundsterling ini mengaku menerima keputusan pelatih dengan lapang dada.
"Saya selalu mencoba memberikan yang terbaik setiap saat. Sayangnya mimpi untuk mewakili negara di Piala Dunia belum bisa terwujud," tulis Joao Pedro.
"Mulai sekarang saya akan menjadi suporter biasa yang mendukung Brasil membawa pulang gelar keenam," lanjutnya.
Pencoretan ini terbilang ironis jika melihat performa tajam Joao Pedro di level klub. Sepanjang musim ini, ia sukses menorehkan 15 gol di pentas Premier League yang menjadi catatan terbaik sepanjang karier profesionalnya.
Statistik gol non-penalti Joao Pedro di Liga Inggris bahkan hanya kalah dari bomber Manchester City, Erling Haaland. Menanggapi situasi ini, Carlo Ancelotti tidak menampik bahwa anak asuhnya di level klub tersebut sangat layak untuk merasa kecewa.
"Kami sedih untuk Joao Pedro karena musim yang ia jalani di Eropa sangat luar biasa. Mungkin dia memang layak masuk skuad, tetapi kami memilih pemain lain," ujar Ancelotti.