Carlo Ancelotti Panggil Igor Thiago ke Skuad Timnas Brasil

Carlo Ancelotti Panggil Igor Thiago ke Skuad Timnas Brasil

Pelatih Carlo Ancelotti secara resmi menyertakan penyerang Brentford Igor Thiago ke dalam daftar 26 pemain Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 demi memperkuat lini serang Selecao.

Pemanggilan striker berusia 24 tahun tersebut dilakukan setelah ia membukukan 22 gol dari 37 penampilan bersama Brentford di Premier League musim 2025/2026. Catatan impresif ini menempatkan penyerang setinggi 1,91 meter itu di urutan kedua pencetak gol terbanyak Liga Inggris, di bawah Erling Haaland.

Keputusan besar pelatih asal Italia tersebut sekaligus menyingkirkan penyerang mapan seperti Richarlison dan Joao Pedro dari daftar final skuad. Kehadiran penyerang bertubuh kekar ini memberikan dimensi baru bagi lini serang Brasil lewat keunggulan fisik, duel udara, serta ketajaman di kotak penalti.

Sebelum bersinar di kompetisi elite Inggris, pemain kelahiran Gama tahun 2001 ini harus melewati masa kecil yang sangat berat di Brasil. Kehilangan sang ayah pada usia 13 tahun memaksa dirinya bekerja keras untuk menopang perekonomian keluarga yang serba terbatas.

Ibunya, Maria Diva, bekerja sebagai petugas kebersihan jalan dengan penghasilan minim yang membuat keluarga mereka kerap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian. Demi menyambung hidup, ia sempat bekerja sebagai pengantar buah di pasar jalanan, asisten tukang batu, hingga membagikan brosur supermarket.

Langkah awal karier profesionalnya dimulai bersama akademi Cruzeiro pada 2019 di tengah krisis finansial yang membuat klub terdegradasi ke Serie B. Keputusannya merantau ke Eropa dimulai saat bergabung dengan klub Bulgaria, Ludogorets, sebelum akhirnya pindah ke Club Brugge di Belgia.

Brentford kemudian merekrutnya dengan memecahkan rekor transfer klub sebesar 30 juta pounds pada Februari 2024. Perjalanan debutnya di Inggris sempat diganggu malapetaka cedera meniskus serius dan infeksi sendi langka yang memaksanya absen selama total 273 hari sebelum akhirnya bangkit menjadi tumpuan tim.

Kisah perjuangan hidup yang penuh rintangan tersebut diakui sang penyerang menjadi pembentuk mentalitas baja dalam menghadapi kerasnya persaingan sepak bola profesional di Benua Biru.

"Kadang kami tidak punya apa-apa untuk dimakan. Kami harus meminjam, bahkan sampai dipermalukan," ujar Igor Thiago kepada ESPN.

Dorongan kuat dari sang ibu menjadi alasan utama bagi dirinya untuk tidak menyerah dalam mengejar impian masa kecil menjadi pesepak bola profesional.

"Ibu saya memberi saya kekuatan untuk tidak menyerah," kata Igor Thiago.

Penyerang bertubuh jangkung ini juga menceritakan situasi berat yang sempat dialaminya secara internal saat mengawali karier profesional di Brasil.

"Ada hal-sehal yang tidak diketahui orang lain yang saya alami di Cruzeiro. Ada saat-saat ketika saya berkata pada diri sendiri: besok saya akan mengalami kecelakaan mobil dan tamatlah sudah," tutur Igor Thiago menurut laporan surat kabar Globo.

Kepindahannya ke kompetisi sepak bola Eropa bersama Ludogorets di Bulgaria diakui membawa tantangan adaptasi yang sangat besar.

"Itu adalah perubahan budaya yang sangat besar," kata Igor Thiago dilansir dari AcehGround.

Ia harus beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan baru serta karakteristik permainan yang jauh berbeda dari negara asalnya.

"Sepak bola di sana lebih teknis dan lebih cepat. Saya harus banyak belajar – budaya baru, bahasa baru. Itu sulit, tetapi sangat berharga," tutur Igor Thiago.

Mantan manajer Brentford Thomas Frank sempat berkomentar mengenai situasi medis tidak biasa yang menimpa penyerang andalannya tersebut pada musim debut.

"Risiko terkena infeksi sendi sangat kecil, tetapi tampaknya kebalikannya terjadi pada pemain Brentford," ujar Thomas Frank dinukil Sport Mole via edisiana.com.

Keberhasilan Thiago melewati badai cedera hingga menembus skuad Piala Dunia didasari oleh keteguhan mental yang terbentuk sejak masa remajanya di jalanan Brasil.

"Ayah saya meninggal dunia ketika saya berusia 13 tahun. Saya mulai bekerja di pasar jalanan sebagai pengantar buah. Saya juga bekerja sebagai tukang batu," ungkap Igor Thiago kepada pihak FIFA.

Pengalaman hidup yang keras tersebut ditempatkan sebagai fondasi utama yang mendasari perjalanan karier sepak bolanya.

"Saya memiliki beberapa pekerjaan sebelum menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapatkan kesempatan untuk bermain di luar negeri," jelas Igor Thiago.

Saat ini, produktivitas gol penyerang bernomor punggung baru tersebut ikut mendongkrak posisi Brentford yang bertengger di peringkat kesembilan klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 52 poin. Pasukan The Bees masih menyisakan peluang untuk lolos ke kompetisi Eropa jika berhasil mengalahkan Liverpool pada pertandingan pekan terakhir Premier League.

Skuad Resmi Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026
PosisiNama Pemain (Klub Asal)
KiperAlisson Becker (Liverpool), Ederson Moraes (Fenerbahce), Weverton (Gremio)
Lini BelakangAlex Sandro (Flamengo), Gleison Bremer (Juventus), Danilo (Flamengo), Douglas Santos (Zenit)
Bek Tengah/SayapGabriel Magalhaes (Arsenal), Roger Ibanez (Al Ahli), Leo Pereira (Flamengo), Marquinhos (PSG), Wesley Franca (AS Roma)
GelandangBruno Guimaraes (Newcastle), Casemiro (Man United), Danilo Barbosa (Botafogo), Fabinho (Al-Ittihad), Lucas Paqueta (Flamengo)
PenyerangEndrick (Lyon), Gabriel Martinelli (Arsenal), Igor Thiago (Brentford), Luiz Henrique (Zenit)
Penyerang/SayapMatheus Cunha (Man United), Neymar (Santos), Raphinha (Barcelona), Rayan (Bournemouth), Vinicius Junior (Real Madrid)

Artikel terkait

Rekomendasi