Juru taktik Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengambil keputusan berani dengan memasukkan nama Neymar dalam daftar 26 pemain menuju Piala Dunia 2026. Langkah strategis penyerang veteran asal klub Santos ini langsung memicu gelombang optimisme dan dinilai menjadi perjudian taktis yang krusial demi mengembalikan kejayaan global Selecao, seperti dikutip dari Suara.
Langkah pelatih asal Italia tersebut langsung mendapat apresiasi tinggi dari bomber legendaris Brasil peraih trofi juara dunia 1994, Romario. Kehadiran figur senior seperti Neymar dipandang mampu menjadi motor penggerak mental yang dibutuhkan oleh generasi baru tim Samba.
Dampak dari keputusan besar ini memaksa dua talenta liga top Eropa harus mengubur impian mereka untuk terbang ke turnamen akbar tersebut. Penyerang Chelsea, Joao Pedro, beserta pemain sayap Real Betis, Anthony, resmi dicoret dari komposisi final pilihan tim kepelatihan.
Eks bintang Barcelona Romario memproyeksikan bahwa racikan strategi Ancelotti sangat berpotensi mencetak sejarah baru. Romario merasa komposisi pemain yang dipilih saat ini sudah sangat ideal untuk mengakhiri dahaga trofi bergengsi mereka.
"Ancelotti melakukan pekerjaan sangat baik. Mungkin saya juga akan memanggil 80 persen dari pemain-pemain itu," ujar Romario dikutip dari ESPN.
Mantan penyerang legendaris tersebut menegaskan bahwa fokus utama seluruh elemen tim sekarang adalah bersatu demi mewujudkan ambisi besar di Amerika Serikat. Kepercayaan diri yang tinggi menjadi modal utama armada Selecao sebelum memulai bentrokan sengit di fase grup.
"Sekranag mari kita melangkah maju, mari raih gelar keenam," kata dia.
Situasi persaingan ketat dalam internal skuad ini mengingatkan publik pada memori pahit yang pernah dialami sendiri oleh Romario. Dirinya sempat tersisih dari daftar rombongan resmi Timnas Brasil saat perhelatan Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Kala itu, juru taktik Luiz Felipe Scolari secara berani lebih mempercayai barisan lini depan legendaris yang dihuni Ronaldo Nazario, Rivaldo, dan Ronaldinho. Keputusan kontroversial Scolari tersebut akhirnya berbuah manis dengan keberhasilan memboyong trofi kelima ke tanah Brasil.
Sejarah mencatat bahwa Selecao sukses menumbangkan tim tangguh Jerman dengan keunggulan dua gol tanpa balas pada laga puncak. Sepasang gol penentu kemenangan yang sangat dramatis bagi publik Brasil tersebut diborong oleh sang fenomena, Ronaldo.
Turnamen edisi kali ini akan menjadi panggung Piala Dunia keempat sepanjang karier sepak bola profesional seorang Neymar. Penyerang ikonik tersebut sebelumnya telah menjadi tumpuan utama negara pada edisi 2014, 2018, serta turnamen terakhir di 2022.
Sepanjang keikutsertaannya dalam tiga edisi tersebut, sang pemain telah mengoleksi sumbangan delapan gol dan tiga umpan matang. Kendati demikian, Ancelotti kini dihujani pertanyaan oleh media mengenai tingkat kebugaran fisik serta jaminan menit bermain reguler sang mega bintang.
Di luar polemik lini depan, nakhoda asal Italia itu juga menghadirkan kejutan dengan mengamankan slot penjaga gawang ketiga. Penjaga gawang andalan Gremio, Weverton, secara tidak terduga berhasil menembus skuad ketat untuk mengawal mistar gawang.
Jadwal Final Liga Champions dan Laga Uji Coba
Agenda pemusatan latihan intensif armada Selecao dijadwalkan segera bergulir tepat setelah seluruh kompetisi domestik di Eropa berakhir. Namun, terdapat tiga pilar penting yang dipastikan terlambat bergabung ke dalam kamp latihan bersama rekan-rekan setimnya.
Sektor pertahanan Marquinhos (Paris Saint-Germain) serta duo penggawa Arsenal, Gabriel Magalhaes dan Gabriel Martinelli, harus menyelesaikan tugas klub terlebih dahulu. Mereka baru dilepas setelah bertarung pada partai final Liga Champions yang digelar 30 Mei 2026 di Budapest, Hungaria.
Ketiga pemain tersebut dijadwalkan langsung terbang menyusul dan bergabung saat rombongan besar Timnas Brasil mendarat di Amerika Serikat. Sebagai menu pemanasan, anak asuh Ancelotti akan menggelar laga uji coba internasional melawan Panama di Stadion Maracana pada 31 Mei 2026.
Pemanggilan Neymar memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola Brasil akibat riwayat cedera panjang sang pemain dalam beberapa musim terakhir. Namun, Ancelotti memilih mengabaikan kritik demi menghadirkan faktor kepemimpinan dan mental juara di ruang ganti Selecao.
Petualangan perdana mereka di Grup C Piala Dunia 2026 akan dimulai dengan menantang Mesir pada 6 Juni 2026 di Cleveland. Ujian taktis berikutnya telah menanti saat mereka bersua Maroko pada 13 Juni 2026 di stadion New Jersey.
Fase krusial penyisihan grup akan ditutup dengan dua laga sisa yang mempertemukan mereka melawan Haiti di Philadelphia pada 19 Juni 2026. Pertandingan penentu posisi juara grup kemudian akan dilaksanakan menghadapi Skotlandia pada 24 Juni 2026 di kota Miami.