Ambisi besar diusung oleh Timnas Brasil menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Juru taktik Carlo Ancelotti secara terbuka melayangkan peringatan kepada para rival dengan menyebut armada Samba sebagai salah satu kekuatan terbaik di jagat raya saat ini.
Pelatih kawakan yang kenyang pengalaman di panggung tertinggi Eropa tersebut menunjukkan optimisme tinggi terhadap kapasitas pasukannya. Seperti dikutip dari Suara, penegasan tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Brasil (CBF).
Nakhoda asal Italia itu menolak anggapan bahwa kejayaan dalam turnamen akbar dapat diraih secara instan atau sekadar mengandalkan keberuntungan. Dia menggarisbawahi bahwa fondasi utama kesuksesan Selecao dibangun lewat proses latihan keras dan pendekatan taktis yang terstruktur.
“Saya bukan penyihir, tetapi seorang pekerja yang telah bekerja selama 40 tahun di sepak bola," ujar Carlo Ancelotti.
“Saya memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri bahwa tim ini bisa bersaing dengan tim terbaik di dunia,” imbuhnya.
Bagi sosok yang telah mengoleksi banyak trofi bergengsi ini, menembus babak final bukan lagi pencapaian yang memuaskan untuk negara pemilik lima bintang Piala Dunia tersebut.
“Apakah kami bisa melaju ke final Piala Dunia? Ya, kami bisa berada di final," tutur pelatih berkebangsaan Italia itu.
“Tetapi saya pikir itu belum cukup. Tujuan utamanya adalah berada di final dan memenangkannya,” tegas Ancelotti.
Guna mewujudkan target masif tersebut, komposisi materi pemain yang dipersiapkan menyajikan kombinasi menarik. Carlo Ancelotti memadukan figur-figur sarat pengalaman dengan deretan talenta muda potensial.
Pilar utama seperti Alisson Becker, Ederson Moraes, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Casemiro, Lucas Paqueta, Raphinha, dan Vinicius Junior tetap dipertahankan sebagai fondasi tim. Perhatian publik juga tertuju pada kembalinya megabintang Santos FC, Neymar, yang telah menepi dari panggung internasional sejak Oktober 2023 akibat cedera panjang.
Pengalaman serta kreativitas Neymar diproyeksikan menjadi pembeda di lini serang. Di sisi lain, dua nama daun muda, Endrick dan Rayan, mendapatkan kesempatan emas untuk melakoni debut mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi ini.
Langkah awal Brasil dipastikan tidak akan mudah meski di atas kertas memiliki kedalaman skuad yang mewah. Berdasarkan hasil pengundian, juara dunia lima kali ini harus bersiap meredam perlawanan dari Maroko, Haiti, serta Skotlandia di fase grup.
Ketiga kontestan tersebut dinilai memiliki karakteristik permainan yang solid dan berpotensi menghadirkan kejutan jika tidak diantisipasi dengan kedisiplinan tinggi. Oleh karena itu, persiapan taktis yang matang terus digodok demi mengamankan tiket ke fase gugur tanpa hambatan berarti.
Pendukung setia Brasil kini menggantungkan harapan besar pada tangan dingin Carlo Ancelotti untuk menyudahi puasa gelar yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Momentum terakhir kali Timnas Brasil mengangkat trofi berlambang bola dunia terjadi pada edisi 2002 di Korea-Jepang silam.