Celtic Kejar Gelar Ganda Melawan Dunfermline Athletic di Piala Skotlandia

Celtic Kejar Gelar Ganda Melawan Dunfermline Athletic di Piala Skotlandia

Celtic bersiap menghadapi Dunfermline Athletic pada babak final Piala Skotlandia di Stadion Hampden Park, Glasgow, Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00 waktu setempat, demi mengincar gelar ganda domestik setelah menjuarai liga akhir pekan lalu.

Klub berjuluk The Hoops tersebut baru saja mengamankan trofi Scottish Premiership kelima secara beruntun setelah menang 3-1 atas Hearts, lewat gol larut Daizen Maeda dan Callum Osmand meski sempat tertinggal oleh gol Lawrence Shankland.

Kini, fokus Celtic beralih untuk memperpanjang rekor dengan membidik gelar Piala Skotlandia ke-43, setelah melalui laga sengit adu penalti melawan Rangers di perempat final dan menang 6-2 atas St Mirren lewat babak perpanjangan waktu di semifinal.

Manajer interim Celtic, Martin O'Neill, menyatakan keyakinannya bahwa para pemain mampu mengalihkan fokus dari euforia juara liga demi meraih trofi berikutnya akhir pekan ini.

"It would be fantastic if we could do it," ujar Martin O'Neill, Manajer Interim Celtic.

O'Neill menambahkan bahwa Dunfermline patut diwaspadai karena berhasil menyingkirkan tiga tim kasta utama, sehingga konsentrasi penuh sangat dibutuhkan oleh skuadnya yang sedang dalam motivasi tinggi.

"It'll be a big challenge indeed. Dunfermline have already knocked out three Premiership teams along the way, so they deserve to be here," kata Martin O'Neill.

O'Neill mengungkapkan kebahagiaannya atas atmosfer positif dalam tim sejak kemenangan hari Sabtu lalu, namun ia menegaskan bahwa saat ini fokus utama adalah menyelesaikan kompetisi dengan kemenangan.

"We've got to be right for the game, we've had a great couple of days, and it's been fantastic since Saturday evening. It's been really fantastic, but now it's total concentration on the game, which I believe the players, having come this far, will want to finish it," ucap Martin O'Neill.

Menurut O'Neill, semangat juang para pemain sangat kuat untuk tidak mengecewakan para pendukung setelah melangkah sejauh ini di kompetisi.

"The players are really up for the game. There's a strong mood in the camp wanting to do it and not let people down, having come this far," kata Martin O'Neill.

O'Neill juga mengakui bahwa kegembiraan dari kemenangan akhir pekan lalu masih terasa di dalam tim selama beberapa hari terakhir.

"The euphoria of last Saturday has definitely hung around for a few days, which you would expect," tutur Martin O'Neill.

Pertandingan ini juga menjadi momen pembuktian personal bagi O'Neill yang kini berusia 74 tahun mengenai kapasitas manajer senior dalam sepak bola modern sejak ia mulai menjabat kembali pada Oktober lalu.

"The pleasing thing for me, if I truly reflect on it, is there is still a place in this game for older gentlemen," kata Martin O'Neill.

O'Neill menyatakan bahwa pengalaman masih memiliki peran penting dalam jalannya pertandingan terlepas dari perubahan taktik yang ada saat ini.

"Despite the tactics that are involved now in the game, I do believe someone with some sort of experience can still play a part in proceedings," ujar Martin O'Neill.

O'Neill sempat mengkhawatirkan kondisinya yang sudah lama tidak melatih serta perkembangan gaya bermain modern saat pertama kali masuk kembali ke klub.

"When I first stepped in way back in October, that was my main concern. Not having managed for some time, there are different ways of playing the game," kata Martin O'Neill.

Ia menegaskan rasa bangganya karena kekhawatiran mengenai faktor usia tersebut tidak merusak pencapaian yang pernah diraihnya dua dekade lalu.

"That was my concern, not about destroying anything I might have done 20-odd years ago, but being too old to be in this game. That is certainly a great sense of pride for me now," ucap Martin O'Neill.

Di kubu lawan, Dunfermline Athletic yang dilatih Neil Lennon datang sebagai tim tidak diunggulkan dari kompetisi kasta kedua setelah gagal dalam babak play-off promosi Scottish Championship.

Dunfermline berhasil mencapai final setelah menyingkirkan Queen of the South, Hibernian, Kelty Hearts, Aberdeen, dan Falkirk lewat adu penalti di semifinal demi mengejar gelar pertama mereka sejak musim 1967-1968.

Laga ini disiarkan secara langsung melalui saluran BBC Scotland, BBC iPlayer, serta situs web BBC Sport secara gratis, sementara ESPN Select menyiarkannya di Amerika Serikat berdasarkan laporan FourFourTwo.

Artikel terkait

Rekomendasi