Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memberikan pernyataan tegas mengenai masa depannya di tengah kabar ketertarikan dari Chelsea. Arsitek asal Spanyol tersebut memilih untuk tetap fokus pada proyek jangka panjang bersama klub yang kini berkompetisi di Liga Italia tersebut.
Dilansir dari Bola, Fabregas tidak tergoda untuk segera kembali ke London guna meningkatkan jenjang karier kepelatihannya di Premier League. Mantan gelandang legendaris itu menyatakan loyalitasnya kepada klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia tersebut.
Spekulasi kembalinya Fabregas ke Stamford Bridge mulai bermunculan setelah The Blues dilaporkan sedang mencari sosok nakhoda baru. Namun, pria yang kini berusia 38 tahun itu mengaku masih ingin menuntaskan pekerjaannya di Italia.
Fabregas menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru berpindah klub, terlebih ia masih terikat kontrak selama dua tahun bersama I Lariani. Meskipun Premier League merupakan ambisi masa depannya, ia merasa masih banyak hal yang harus dicapai bersama Como.
Bahkan, ia sempat mengutarakan keinginan untuk mengabdi di klub besutan Grup Djarum tersebut dalam durasi yang cukup lama.
"Saya masih punya 30 tahun lagi dalam karier saya, jadi bisa tetap di Como selama 10 tahun lagi dan pindah ke Premier League dalam 12 atau 15 tahun lagi," ucapnya.
Bagi sosok yang pernah memperkuat Chelsea pada periode 2014-2019 ini, fokus pada proses saat ini jauh lebih krusial daripada sekadar menanggapi spekulasi media.
"Sepak bola itu tidak dapat diprediksi, bisa berubah dalam sekejap. Suatu hari Anda yang terbaik, hari berikutnya Anda yang terburuk."
"Jadi mari nikmati saja momen ini. Apa yang kami alami di Como sangat indah. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan," lanjut Cesc Fabregas.
Perjalanan Como 1907 di bawah pengelolaan manajemen SENT Entertainment milik Grup Djarum memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat. Klub ini berhasil bangkit dari kasta keempat atau Serie D hingga kini menjadi kontestan yang disegani di level tertinggi.
Saat ini, tim yang diperkuat oleh Nico Paz tersebut menunjukkan performa kompetitif untuk memperebutkan posisi di kompetisi Eropa. Transformasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Fabregas yang juga terlibat sebagai pemegang saham klub.
Ia memandang adanya potensi besar yang jarang ditemui di klub-klub mapan lainnya. Hal inilah yang membuatnya merasa memiliki keterikatan kuat dengan visi klub.
"Kami tidak memulai dari nol, tetapi dari titik minus 10. Klub ini memiliki potensi yang sangat besar. Keindahan proyek ini adalah memulai dari nol hingga suatu hari menjadi klub peserta kompetisi antarklub Eropa," tuturnya.
Peran Strategis di Luar Kepelatihan
Keterlibatan Fabregas di Como ternyata jauh lebih dalam daripada sekadar merancang taktik pertandingan. Ia memiliki peran signifikan dalam mengambil keputusan strategis klub, termasuk urusan kebijakan transfer pemain.
Pengalaman manajerial yang komprehensif ini dianggapnya sebagai proses pembelajaran yang sangat berharga untuk pertumbuhan kariernya secara profesional.
"Saya menikmati apa yang saya lakukan. Saya berada di tempat yang luar biasa dengan orang-orang fantastis yang membiarkan saya bekerja dan percaya kepada saya."
"Setiap hari saya merasa seperti berada di universitas dan setiap hari saya harus membuat banyak sekali keputusan untuk klub. Dengan cara ini, saya belajar lebih cepat," pungkasnya.
Hingga saat ini, Como 1907 masih menunjukkan tren positif dengan menempati posisi keenam pada klasemen sementara dan telah mengumpulkan total 62 poin.