Klub raksasa Inggris Chelsea dilaporkan tengah menjajaki kemungkinan untuk merekrut Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala baru guna mengisi kekosongan posisi usai pemecatan Liam Rosenior beberapa waktu lalu. Dilansir dari Bola, Fabregas masuk dalam bursa kandidat setelah menunjukkan performa impresif bersama klub Italia, Como 1907.
Fabregas saat ini berhasil membawa Como 1907 menempati peringkat keenam klasemen sementara Liga Italia, yang membuka peluang bagi klub tersebut untuk berlaga di kompetisi Eropa musim 2026-2027. Selain Fabregas, Chelsea juga dikabarkan mempertimbangkan Andoni Iraola dari Bournemouth dan pelatih Fulham, Marco Silva.
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menyatakan sikap terbuka terkait masa depan pelatihnya tersebut. Pihak manajemen klub tidak akan menghalangi jika Fabregas memilih untuk melakukan negosiasi dengan manajemen The Blues di London.
"Jika itu membuatnya bahagia, itu urusannya," ujar Mirwan Suwarso.
Meskipun ingin mempertahankan jajaran staf kepelatihan dalam jangka panjang, Mirwan menegaskan bahwa Fabregas memiliki kebebasan penuh untuk menentukan langkah kariernya selanjutnya bersama mantan klubnya tersebut.
"Anda ingin karyawan Anda tetap bersama Anda selama mungkin, tetapi pada akhirnya kami tidak memilikinya dan dia bebas pergi ke Chelsea jika dia mau," imbuh Mirwan.
Kendati demikian, mantan bek Chelsea era 1987-1991, Tony Dorigo, menyarankan agar pria asal Spanyol tersebut tidak terburu-buru mengambil pekerjaan di Stamford Bridge. Dorigo menilai Fabregas masih membutuhkan waktu untuk menimba pengalaman lebih banyak di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
“Ya, tentu saja. Karena saya sudah banyak menonton Como musim ini dan jelas dia melakukan pekerjaan luar biasa," ujar Dorigo.
Dorigo memuji filosofi permainan yang diterapkan Fabregas yang berhasil menyulap Como menjadi tim yang sangat kompetitif musim ini.
"Mereka memiliki gaya sepak bola sangat bagus. Filosofi yang dia terapkan di tempat dia berada, semuanya menyatu dan menghasilkan tim yang sangat, sangat bagus."
Namun, Dorigo menggarisbawahi adanya perbedaan tekanan yang sangat besar antara melatih di Italia dengan tuntutan tinggi di klub sebesar Chelsea.
“Menurut saya, dia berada di bawah tekanan berbeda di Como. Langsung pergi ke klub seperti Chelsea, menurut saya akan terlalu berat."
Ia meyakini Fabregas memiliki masa depan cerah dan mampu membawa Como menembus kompetisi Liga Europa atau bahkan Liga Champions.
"Saya pikir dia akan menjadi manajer hebat. Saya rasa dia akan membawa mereka ke Eropa - Como, mereka mengincar Liga Champions, tetapi mungkin akan berakhir di Liga Europa," imbuh Dorigo.
Dorigo juga mengingatkan Chelsea agar belajar dari kegagalan masa lalu saat merekrut pelatih potensial seperti Graham Potter yang sempat sukses di Brighton namun kesulitan menangani mentalitas pemain bintang.
“Anda kembali ke Graham Potter di Brighton, manajer luar biasa, sangat memahami Liga Premier, lalu pergi ke Chelsea dan Anda berurusan dengan level pemain dan mentalitas berbeda," ungkap Dorigo.
Ia berpendapat bahwa tekanan ekstrim di London bisa menjadi kesulitan tambahan bagi pelatih yang belum pernah menghadapinya secara langsung.
“Saya pikir dengan tekanan itu dan belum pernah menghadapi hal semacam itu sebelumnya, itu adalah kesulitan tambahan, yang jelas banyak manajer belum mampu atasi."
Dorigo menyarankan manajemen Chelsea untuk mencari sosok lain untuk saat ini dan menjadikan Fabregas sebagai target di masa depan.
"Soal Fabregas, tidak, bukan untuk saat ini. Saya akan mencari di tempat lain, tetapi di masa depan, tentu saja," imbuh Dorigo.