Chelsea Bidik Xavi Hernández Jadi Pelatih Baru Musim Depan

Chelsea Bidik Xavi Hernández Jadi Pelatih Baru Musim Depan

Manajemen Chelsea dilaporkan tengah mempertimbangkan Xavi Hernández sebagai kandidat pelatih utama untuk memimpin tim di Stamford Bridge pada musim depan guna mengembalikan performa klub ke jajaran elit Liga Inggris.

Pencarian pelatih baru ini menyusul kegagalan masa kepemimpinan Liam Rosenior yang hanya bertahan sekitar 100 hari setelah menggantikan Enzo Maresca yang hengkang pada Januari 2026 akibat perselisihan dengan dewan klub.

Dilansir dari The Independent, direksi The Blues tertarik pada filosofi permainan Xavi yang dianggap mampu menghadirkan gaya sepak bola modern dan proaktif bagi skuad yang saat ini tengah terpuruk di luar zona Eropa.

Mantan kapten Barcelona tersebut saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Camp Nou pada tahun 2024 setelah mempersembahkan satu gelar La Liga dan mencatatkan 91 kemenangan dari 143 pertandingan.

"Me encanta el Barça de Flick" ujar Xavi Hernández, Mantan Pelatih Barcelona.

Komentar tersebut disampaikan Xavi di tengah laporan media Inggris yang menyebutkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh pihak Chelsea untuk memulai proses negosiasi awal sebagai suksesor permanen di London Barat.

Selain Xavi, Chelsea juga memantau beberapa nama besar lainnya seperti Xabi Alonso yang baru saja meninggalkan Real Madrid, serta Andoni Iraola yang dipastikan meninggalkan Bournemouth musim depan.

Cesc Fàbregas juga sempat masuk dalam radar manajemen, namun pelatih klub Como tersebut secara tegas telah menutup peluang untuk kembali ke Liga Inggris dalam waktu dekat demi proyeknya di Italia.

Tantangan bagi pelatih baru Chelsea tergolong berat mengingat klub sedang dijatuhi denda sekitar 11,5 juta euro dan larangan transfer satu tahun akibat pelanggaran regulasi finansial di era kepemilikan sebelumnya.

Situasi internal juga diperumit dengan laporan penurunan kepercayaan pemain kunci seperti Cole Palmer dan Enzo Fernández terhadap proyek jangka panjang klub di tengah ketidakpastian posisi di kompetisi Eropa.

Artikel terkait

Rekomendasi