Manajer Enzo Maresca resmi mengakhiri kerja samanya dengan klub Liga Inggris, Chelsea, pada 1 Januari 2026 meskipun telah menyumbangkan dua trofi bergengsi. Perpisahan ini terjadi di tengah performa buruk tim yang menelan enam kekalahan beruntun di kancah domestik.
Selama masa kepemimpinannya sejak 1 Juli 2024, pelatih asal Italia tersebut berhasil membawa The Blues memenangkan gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, kesuksesan tersebut tidak mampu meredam konflik internal yang memicu keretakan hubungan.
Terdapat tiga faktor utama yang melatarbelakangi hengkangnya sang manajer sebagaimana dilansir dari Detik Sport melalui laporan BBC Sport. Penyebab pertama mencakup ketidaksepakatan dalam kebijakan transfer pemain akibat adanya intervensi berlebihan dari para petinggi klub.
Selain masalah transfer, ketidakpuasan terkait nilai gaji juga menjadi pemicu mengingat Maresca merasa layak mendapatkan apresiasi lebih setelah meraih prestasi. Faktor terakhir melibatkan ketegangan dengan tim medis klub mengenai parameter ketersediaan pemain dalam skuad.
Situasi tidak harmonis antara sang juru taktik dan jajaran manajemen sebenarnya sudah terindikasi lewat pernyataan Maresca pada akhir Desember 2025. Ia menggambarkan kondisi sulit yang dialaminya menjelang akhir masa jabatannya.
"Sejak saya gabung klub, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tak mendukung kami," ungkap Maresca, Mantan Manajer Chelsea.
Komentar tersebut disampaikan setelah pertemuan intens dengan manajemen yang disebut-sebut menjadi puncak ketegangan di internal klub. Penegasan mengenai hilangnya dukungan tersebut kini terjawab dengan keputusan resmi pemutusan hubungan kerja di awal tahun.
Keputusan manajemen Chelsea untuk mendepak Maresca dilaporkan mengejutkan internal tim, termasuk para pemain kunci seperti Marc Cucurella dan Enzo Fernandez. Saat ini, posisi Chelsea terlempar dari persaingan zona Liga Champions musim depan setelah mengalami rentetan hasil negatif.