Klub sepak bola asal Inggris, Chelsea, secara resmi mengumumkan penunjukan Xabi Alonso sebagai manajer baru mereka mulai musim mendatang. Pengumuman kesepakatan kontrak berdurasi empat tahun tersebut dirilis oleh pihak manajemen pada Kamis (18/5), seperti dilansir dari Kompas.
Mantan arsitek Real Madrid tersebut dijadwalkan bakal memulai masa baktinya di Stamford Bridge terhitung sejak 1 Juli 2026. Manajemen klub menyatakan bahwa rekam jejak, kepemimpinan, serta integritas sang pelatih menjadi alasan utama di balik keputusan krusial ini.
“Pengangkatannya mencerminkan kepercayaan Klub terhadap pengalamannya yang luas, kualitas kepelatihan dan model permainan, atribut kepemimpinan, karakter, dan integritasnya,” bunyi pernyataan Chelsea di laman resmi klub, Kamis (18/5).
Pihak manajemen menambahkan bahwa karakteristik Alonso sangat dibutuhkan untuk menuntun tim menuju fase perkembangan berikutnya. Manajemen klub juga memandang pria berusia 44 tahun tersebut sebagai rekan kerja yang ideal dalam mengarungi ketatnya persaingan kompetisi.
“Itu merupakan kunci dalam keputusan untuk memintanya membantu memimpin fase selanjutnya dari perjalanan Chelsea,” sambungnya.
Alonso sendiri memiliki reputasi gemilang sebagai salah satu juru taktik muda potensial setelah sukses mengantarkan Bayer Leverkusen meraih gelar juara Bundesliga dan DFB Pokal pada periode 2023/2025. Sebelum menerima pinangan klub London Barat, ia sempat menukari Real Madrid pada awal musim ini sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur.
“Chelsea adalah salah satu klub terbesar di dunia sepak bola dan saya merasa sangat bangga bisa menjadi manajer klub hebat ini,” tuturnya.
Arsitek asal Spanyol tersebut mengaku memiliki kesamaan visi dengan jajaran direksi setelah melakukan pembicaraan intensif mengenai masa depan tim. Langkah revolusioner ini diambil manajemen setelah Chelsea tampil tidak konsisten sepanjang musim ini, yang bahkan berujung pada pemecatan dua manajer terdahulu, Enzo Maresca dan Liam Rosenior.
“Dari percakapan saya dengan kelompok pemilik dan pimpinan olahraga, jelas bahwa kami memiliki ambisi yang sama. Kami ingin membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dan berjuang untuk meraih trofi,” sambung pria yang pernah menangani Bayer Leverkusen ini.