Chicco Jerikho Bintangi Film Ozora Kisah Perlawanan Terhadap Penguasa

Chicco Jerikho Bintangi Film Ozora Kisah Perlawanan Terhadap Penguasa

Film terbaru berjudul Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel secara resmi mulai ditayangkan di jaringan bioskop tanah air. Karya layar lebar ini mengusung perpaduan genre drama, thriller, dan kriminal yang dilansir dari Filmon.

Sajian sinema produksi Umbara Brothers Films tersebut mewarnai deretan film nasional pada bulan Desember 2025. Ceritanya berfokus pada konflik mendalam mengenai perjuangan seorang masyarakat biasa dalam menuntut keadilan hukum.

Alur cerita film Ozora menyoroti kehidupan seorang ayah yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah putra sulungnya mengalami penganiayaan berat. Tragedi tersebut dilakukan oleh seorang pemuda yang merupakan putra dari pejabat berkuasa.

Kondisi sang anak yang jatuh koma akibat tindakan brutal tersebut menghancurkan hati dan hidup sang ayah yang bernama Jonathan. Namun, upaya mencari keadilan justru menemui jalan buntu ketika kasus tersebut dipaksa untuk ditutup.

Keluarga pejabat yang menjadi lawan Jonathan digambarkan memiliki kekuatan finansial besar dan keistimewaan hukum. Meski menghadapi tembok kekuasaan yang kokoh, Jonathan tetap teguh melakukan perlawanan dengan memanfaatkan kekuatan publik.

Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel ini terinspirasi dari peristiwa nyata yang sempat viral dan menyita perhatian masyarakat luas. Dalam perjuangannya, tokoh Jonathan dibantu oleh dua sahabat dekatnya yakni Rustam dan Melissa.

Aktor ternama Chicco Jerikho didapuk memerankan karakter utama sebagai Jonathan, sang ayah yang gigih menuntut pertanggungjawaban. Perannya didukung oleh Tika Bravani dan Rizky Hanggono yang bermain sebagai sahabat Jonathan dalam cerita tersebut.

Karakter David Ozora yang menjadi korban penganiayaan diperankan oleh aktor muda Muzakki Ramdhan. Sementara itu, sosok antagonis bernama Dennis yang merupakan pelaku penganiayaan diperankan oleh Erdin Werdrayana.

Kursi sutradara film ini ditempati oleh duet Anggy Umbara dan Bounty Umbara. Untuk penulisan naskah, Anggy Umbara bekerja sama dengan penulis Ardi dan Tata Rak Buku guna merangkai narasi yang kuat mengenai penegakan hukum.

Artikel terkait

Rekomendasi