Industri perfilman tanah air bersiap menyambut kehadiran karya terbaru sutradara Chiska Doppert lewat film komedi horor berjudul Dukun Magang. Sinema yang diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 18 Juni 2026.
Seperti dikutip dari Suara, layar lebar ini menyajikan jalinan cerita unik mengenai seorang mahasiswa skeptis yang terpaksa masuk ke dunia supranatural demi kelulusan akademisnya. Kisahnya berfokus pada tokoh Raka Mahardika yang diperankan oleh Jefan Nathanio.
Raka merupakan mahasiswa tingkat akhir yang merasa frustrasi setelah proposal skripsinya berulang kali ditolak oleh dosen pembimbingnya, Arief yang dimainkan oleh Mo Sidik. Situasi pelik tersebut mendorong Raka mengambil keputusan nekat untuk meneliti topik perdukunan yang sangat ia benci.
Guna merampungkan tugas akhir tersebut, Raka melakukan observasi ke Desa Kalimati. Perjalanan akademis ini tidak dilakukan sendiri, melainkan ditemani oleh sahabatnya yang penakut bernama Boiman yang diperankan Fajar Nugra, serta gadis lokal bernama Sekar yang dimainkan Hana Saraswati.
Niat yang awalnya murni untuk keperluan penelitian seketika berubah menjadi petaka bagi mereka. Tanpa sengaja, Raka memicu lepasnya segel Kuntilanak Hitam, sesosok entitas gaib berbahaya yang selama ini terkurung di desa tersebut.
Teror mistis tersebut memaksa Raka menepikan logikanya demi bisa bertahan hidup. Satu-satunya jalan keselamatan bagi mereka kini bergantung pada sosok dukun eksentrik setempat bernama Mbah Djambrong yang diperankan oleh Adi Sudirja.
Proses produksi film ini menyisakan cerita tersendiri bagi para pemerannya. Tantangan fisik yang berat menjadi salah satu ingatan yang paling berkesan bagi sang aktor utama selama berada di lokasi pengambilan gambar.
"Tantangan terbesar itu waktu syuting yang padat di luar kota. Kita enggak pernah tahu cuaca bakal seperti apa, itu lumayan menguras energi. Tapi selebihnya, prosesnya enjoy banget," kata Jefan dalam keterangan resmi.
Sementara itu, Hana Saraswati menilai karakter Sekar memiliki posisi yang sangat penting dalam jalinan cerita. Tokoh ini digambarkan sebagai penengah yang mampu menghubungkan pemikiran modern dengan kepercayaan lokal.
"Sekar melihat dunia mistis bukan untuk ditakuti, tapi sebagai bagian dari kehidupan yang harus dihargai," tuturnya.
Unsur komedi dalam sinema ini dipastikan bakal digarap dengan matang melalui keterlibatan komika Fajar Nugra sebagai Boiman. Fajar menjamin bahwa formula komedi situasi di dalam film ini sudah dipersiapkan secara serius sejak proses penulisan naskah dilakukan.