Christian Eriksen Selamat dari Kolaps Kedua Berkat Implan Jantung ICD

Christian Eriksen Selamat dari Kolaps Kedua Berkat Implan Jantung ICD

Karier sepak bola Christian Eriksen kini berada di persimpangan jalan setelah dirinya kembali tak sadarkan diri di lapangan untuk kedua kalinya dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Gelandang tim nasional Denmark tersebut dilaporkan telah meninggalkan rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis pasca-insiden tersebut, seperti dilansir dari Suara.

Pemain berusia 34 tahun itu mendadak memegang dadanya sebelum akhirnya terjatuh ketika memperkuat Denmark dalam pertandingan persahabatan melawan Ukraina.

Nyawa sang gelandang berhasil diselamatkan oleh alat implan jantung atau Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD) yang telah terpasang di tubuhnya sejak kejadian serupa pada 2021 lalu.

Alat pacu jantung otomatis tersebut langsung bekerja memberikan kejut listrik di dalam tubuh Eriksen untuk mengembalikan ritme jantungnya yang sempat terganggu ke kondisi normal.

Meskipun insiden ini berisiko fatal jika terjadi kembali untuk ketiga kalinya, mantan pemain Inter Milan itu memberikan indikasi kuat bahwa dirinya belum berniat untuk menyudahi karier profesionalnya.

Melalui sebuah pernyataan resmi, Eriksen memberikan penjelasan mengenai kondisi terbarunya demi menenangkan para pendukung yang mengkhawatirkan kesehatannya.

"I ingin meyakinkan semua orang bahwa ini situasi yang berbeda dari 2021. Saya merasa baik dan pemulihan saya sudah dimulai," ujarnya.

Ia tidak memungkiri bahwa sengatan listrik dari alat ICD yang tertanam di tubuhnya memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi diri pribadi serta keluarganya.

Kendati demikian, Eriksen merasa sangat beruntung karena teknologi medis yang melekat di tubuhnya tersebut bekerja secara responsif di waktu yang krusial.

Saat ini, dirinya memilih untuk mengalihkan fokus utamanya pada proses pemulihan kesehatan dan meluangkan waktu bersama orang-orang terdekatnya.

"Saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga, berlibur, dan bermain sepak bola dengan anak-anak saya," katanya.

Situasi medis yang dialami oleh sang pemain memicu gelombang kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk desakan dari mantan pesepak bola profesional agar dirinya segera gantung sepatu.

Mantan gelandang Real Madrid dan Everton, Thomas Gravesen, secara terbuka menyatakan bahwa faktor keselamatan nyawa harus ditempatkan di atas kepentingan karier sepak bola.

"Ini bukan lagi soal karier, ini soal hidupnya. Apa yang dia lakukan terhadap keluarganya? Sepak bola jadi tidak relevan dalam situasi seperti ini," tegas Gravesen.

Kekhawatiran senada juga diungkapkan oleh pakar kesehatan jantung, Henning Molgaard, yang menilai ancaman gangguan jantung serupa masih tetap mengintai sang pemain di masa depan.

Dilansir dari Dailymail, Molgaard memaparkan bahwa fungsi alat ICD memang terbukti menyelamatkan Eriksen, namun risiko serangan berulang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan bahwa mayoritas klub sepak bola profesional akan berpikir ulang dan cenderung enggan mengambil risiko besar untuk mengontrak pemain dengan riwayat medis seperti itu.

Peristiwa teranyar ini secara otomatis mengingatkan publik pada momen mengerikan saat Eriksen kolaps di ajang Euro 2021 yang sempat menghebohkan dunia olahraga internasional.

Hingga kini, kelanjutan masa depan sang gelandang di lapangan hijau masih diliputi ketidakpastian seiring munculnya pertimbangan berat antara ambisi karier dan proteksi kesehatan jiwanya.

Artikel terkait

Rekomendasi